Muara Cemarajaya Dangkal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Muara Cemarajaya Dangkal

Muara Cemarajaya Dangkal

Written By ayah satria on Sabtu, 23 September 2017 | 13.00.00

Petambak Bandeng Merugi

CIBUAYA, RAKA- Dangkalnya muara Desa Cemarajaya membuat petambak bandeng kesulitan air. Akibatnya hasil panen ikan bandeng yang menjadi seumber mata pencaharian warga Cemarajaya, kini terus mengalami penurunan.
Salah satu petambak bandeng Hedi Suprianto, mengaku sudah tiga  tahun ini mengalami penurunan jumlah tonase ikan bandengnya saat panen. Penyebabnya adalah air tambaknya terlalu tua dan tidak diganti-ganti selama 3 tahun. Sehingga adanya penuaan air berimbas pada timbulnya berbagai penyakit terhadap ikan bandeng yang dibudi daya dan semakin menipisnya unsur hara. "Gimana mau ganti air buat tambak, pasokan airnya aja minim, kalau muaranya benar-benar diurus saya rasa tidak akan seperti ini," ucapnya, kepada Radar Karawang.
Lebih lanjutnya ia menyampaikan, dalam setiap kali menabur bibit untuk memulai kembali menanam, tentunya membutuhkan air yang banyak dan sehat. Namun selama 3 tahun yang sudah lewat air baru tidak pernah ia dapatkan, sehingga terpaksa memompa air dengan alat yang mengharuskan petambak mengeluarkan modal lebih banyak lagi. "Air laut itu gak masuk karena ada penyumbatan lumpur yang mennggunung, satu-satunya jalanbya harus di keruk," tegasnya.
Pengelola tambak Joni Heryanto mempertegas apa yang disampaikan oleh petambak, ia mengakui dalam 3 tahun ini belum ada sama sekali pengerukan atau normalisasi muara yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, hal itu jauh berbeda dengan kepemimpinan bupati terdahulu yang peduli dengan masyarakat pesisir. Karena dulu, dalam jangka 1 tahun sekali, muara selalu di normalisasi dan di benahi. Sehingga hasil panen pun tidak pernah mengecewakan. "Saya bersama tokoh masyarakat dan petambak lainnya sudah mengadu dan dijanjikam untuk normalisasi muara, tapi sampai saat ini belum ada reaksi apapun, itu janji loh," katanya.
Hal senada dikatakan Kepala Desa Cemarajaya Yong Liem Supardi, dirinya sudah melakukan pengajuan secara tertulis dan membuatkan proposal perihal permohonan normalisasi atau pengerukan muara untuk mewakili masyarakatnya. Karena, selain nelayan, kegiatan bertani bandeng merupakan salah satu usaha yang dimiliki oleh warga pesisir. "Ini harus jadi perjatian pemerintah. Demi kelangsungan hidup masyatakatnya," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, sudah 3 tahun berjalan muara tetap dangkal, itu juga yang menjadi salah satu kendala petani bandeng dalam usahanya. Dirinya berharap pemerintah, khususnya pihak instansi terkait bisa melihat dan menindak lanjuti surat yang pernah ia layangkan tersebut. "Ini kan menyangkut usaha masyarakat, coba lah tolong diperhatikan, karena mau gimanapun juga, kami masih masyarakatnya beliau-beliau. Kami juga sama  ingin sejahtera," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template