Kurban tak Kenal Paceklik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Kurban tak Kenal Paceklik

Kurban tak Kenal Paceklik

Written By Mang Raka on Sabtu, 02 September 2017 | 12.00.00

-Dinas Pangan Belum Temukan Hati Sapi Bercacing

KARAWANG, RAKA - Seluruh umat Islam di Kabupaten Karawang terlihat berbahagia. Mereka yang memiliki rezeki berlebih, berkurban. Sedangkan yang masih mengalami kesulitan ekonomi, bisa merasakan nikmatnya daging domba atau sapi.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, usai menjalankan salat Idul Adha, kegiatan mayoritas warga terfokus pada satu titik. Yaitu tempat penyembelihan hewan kurban. Ada yang di area masjid, sekolah, hingga lahan kosong dekat pemukiman warga. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, laki dan perempuan, terlihat penasaran bagaimana tukang jagal menunaikan tugasnya memotong kerongkongan, tenggorokan, dan dua urat leher hewan kurban.
Di Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, misalnya. Warga Perumahan Sakinah Village dan Gading Elok terlihat bergembira. Usai salat Idul Adha, mereka berbondong-bondong melihat pemotongan hewan kurban. Tidak kurang dari 120 bungkus daging dibagikan secara door to door ke warga Jalan Veteran Perumahan Sakinah Village, para pembantu dan warga sekitar perumahan. "Kegiatan pemotongan hewan kurban ini melibatkan 20 orang panitia," ungkap Ketua Dewan Kemakmuran Masjid As-Sakinah Umar Soleh kepada Radar Karawang, Jumat (1/9) kemarin.
Sedangkan di Masjid Al Bayyan, tidak kurang 600 warga di Sukamurni, Sukaseuri, Cibungurjaya, dan Cibungursari, mendapatkan daging kurban. "Saya bersyukur setiap tahun warga RW 26 sangat antusias menyambut Idul Adha," ujar DKM Masjid Al Bayyan Ustad Helmi A.
Euforia juga terlihat di Kampung Cariu Bandung RT 02/02, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru. Tiga ekor sapi dan tiga ekor domba disembelih usai warga di kampung tersebut menunaikan salat Idul Adha. Nining (34) warga Dusun Karajan RT 02/02, mengaku sebagian harta yang dikeluarkannya hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. "Idul Adha memberikan nilai positif untuk umat Islam di dunia," ujarnya.
Ketua RT 02/02 Diding mengatakan, ada dua jenis hewan yang akan disembelih di kampungnya, kemudian dibagikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. "Agar mereka bisa merasakan hal yang sama dengan orang lain yang sering memakan daging," tuturnya.
Warga di Dusun Puri 2, Desa Duren, Kecamatan Klari, juga tidak kalah semangatnya. Egin, salah satu aparat Desa Duren sekaligus panitia kurban mengatakan, ada tiga ekor sapi dan empat ekor domba yang dikurbankan. Masyarakat terlihat begitu bahagia ketika mendapatkan daging kurban tersebut. "Alhamdulillah kalau disini masyarakatnya kompak," katanya.
Musim paceklik di Kecamatan Cilamaya Wetan pun tidak bisa membendung keinginan warganya untuk berkurban. Seperti yang nampak di Desa Rawagempol Wetan. Selain puluhan kambing berjejal di semua pelataran masjid, juga antusias kepanitiaan dalam distribusi daging kurban terakomodasi dengan rapi. "Walaupun paceklik, Alhamdulillah kurban ini sudah nabung jauh-jauh hari, jadi tidak terpengaruh musim. Kita berharap ridho Allah SWT," kata H Ratam, warga Cilamaya yang berkurban kambing tahun ini.
Kades Rawagempol Wetan H Udin Abdul Gani mengapresiai meningkatkanya semangat berkurban masyarakat di perkampungan. Betapapun musim paceklik karena musim panen masih jauh. Tetapi semangat berkurban cukup tinggi. Tercatat ada 36 ekor domba dan 5 ekor sapi yang siap disembelih di hari-hari tasyrik ini. "Di kota banyak mah sudah biasa, tapi di kampung sudah paceklik tapi banyak, ini yang kita apresiasi," ujarnya.
Sementara itu, penyembelih hewan kurban Desa Cilamaya, Yayan Mulyana mengatakan, sebelum hewan kurban disembelih ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu alat potong yang tajam, tempat, dan kesehatan hewan kurban. Karenanya, selama puluhan tahun terakhir, dirinya bertindak menjadi penyembelih hewan kurban di beberapa masjid, utamanya Masjid AT Taqwa, golok yang digunakannya juga bukan golok sembarangan. Tapi dibeli dari Banten dengan harga jutaan, itu perlu agar proes penyembelihan benar- benar lancar dan sukses. Termasuk sebut Yayan, doa-doa khusus hasim ijazah agar hewan yang akan disembelih jinak dan tidak balik berlawanan. "Kita beli goloknya juga khusus, tahun ini ada sekitar 20-an ekor domba dan sapi yang saya potong," katanya.
Sementara di dunia pendidikan, rata-rata setiap sekolah SMP dan SMK di Kabupaten Karawang berkurban. Tengok saja SMK TI Muhammadiyah Cikampek. Dua ekor sapi dan satu domba disembelih usai warga Muhammadiyah menunaikan ibadah salat Idul Adha. Namun, berbeda dari tahun sebelumnya, jika biasanya pemotongan hewan kurban dilakukan di SMK TI Muhammadiyah Cikampek, tahun ini dilakukan di SMK Muhammadiyah 2 Cikampek. "Alhamdulillah pemotongan hewan kurban berjalan lancar. Sedikitnya 500 bungkus daging sudah disalurkan," ungkap panitia kurban Saepul Haer S.PdI.
Menurutnya, pemotongan hewan kurban sebagai salah satu bentuk ketaatan umat Islam kepada Allah Subhanahu Wa Taala, yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim saat diperintah Allah untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail. "Keduanya taat, tunduk patuh terhadap perintah Allah Subhanahu Wa Taala," tuturnya.
Begitu juga di SMK Ristek Karawang dan SMK Perbankan. Pengelola sekolah mengurbankan 25 ekor kambing dan satu sapi. Rinciannya, 14 ekor kambing didistribusikan kepada masyarakat melalui DKM masjid dan enam ekor lainnya disebar ke SMP yang berada di lingkungan SMK. "Lima ekor kambing lainnya dan satu ekor sapi disembelih di sekolah untuk menjadi contoh pembelajaran bagi siswa," ujar Ketua Pelaksana Kurban Badru Jamaludin.
Kepala SMK Perbankan Bambang Pranowo mengatakan, peringatan Hari Raya Idul Adha ini diharapkan bisa melahirkan kesalehan sosial, khususnya menjadi contoh bagi siswa agar tidak hidup dengan kepentingan sendiri. "Manfaat untuk siswa dalam keadaan lapang atau tidak, mengajarkan siswa untuk peduli kepada sesama," katanya.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Karawang Kadarisman mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan ada cacing hati pada hewan kurban. "Kami masih menghimpun data (hewan kurban) sampai berakhir hari tasyrik (tiga hari setelah Idul Adha)," ujarnya. (cr1/apk/rok/yna/rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template