Kloter 40 dan 41 Pulang Tidak Utuh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Kloter 40 dan 41 Pulang Tidak Utuh

Kloter 40 dan 41 Pulang Tidak Utuh

Written By Mang Raka on Rabu, 20 September 2017 | 12.00.00

-Keluarga Sambut Histeris Jamaah Haji

KARAWANG, RAKA - Satu per satu warga Karawang yang sudah menyelesaikan ibadah haji kembali ke tanah air. Namun, tidak semua kelompok terbang (kloter) pulang dalam keadaan utuh.
Dari 6 kloter, hanya jamaah haji yang tergabung dalam kloter 10, kloter 15, dan kloter 91, jumlahnya tidak berkurang saat tiba di Kabupaten Karawang. Sedangkan kloter 40, 41, dan 48 jumlahnya tidak sama saat berangkat ke tanah suci. Seperti yang terlihat saat kepulangan jamaah haji kloter 40 dan 41, Selasa (19/9) kemarin.
Dari total 404 jamaah haji plus petugas di kloter 40, yang pulang ke Karawang ada 399 orang. Satu orang jamaah haji dikabarkan meninggal, yaitu Iyah (50) warga Dusun Ciwaru 2 RT 08 RW 04, Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya, sedangkan yang lainnya masih menetap di Mekkah karena bertugas sebagai pendamping. Sementara kloter 41 yang seharusnya berjumlah 404, hanya 402 yang sudah kembali. "Ada petugas yang pulang duluan atau masih menetap di Mekkah," ungkap
Petugas Penyampai Informasi Kementerian Agama Kabupaten Karawang H Suradi kepada Radar Karawang.
Suradi mencontohkan, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Karawang H Sopian, terdaftar di kloter terakhir. Namun, karena memiliki tugas dan tanggung jawab yang mendesak, bisa pulang lebih dulu. "Petugas dan pejabat boleh pulang lebih awal, asalkan hajinya sudah terlaksana semuanya," tuturnya.
Sementara itu, melihat kepulangan sanak saudaranya dari Tanah Suci, warga Karawang yang sudah menunggu cukup lama terlihat histeris menyambut para jamaah haji. Mereka langsung mengerubungi bus yang membawa para haji. Peluk, cium, tangisan pecah, ketika orang yang ditunggu-tunggu keluar dari bus.
Seorang jamaah haji asal Kecamatan Cilamaya Wetan, Hj Wastem (60) menyampaikan, di usianya yang sudah senja, kerap merasa sakit di bagian tubuhnya. Namun, rasa sakit itu tidak menghalanginya menjalani seluruh rangkaian ibadah haji. "Kaki saya sakit, kakinya kesemutan. Alhamdulillah bisa pulang ke tanah air dengan selamat, dan bertemu keluarga. Rasanya senang sekali," tuturnya.
Lain lagi dengan Atem (43), warga Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek, mengatakan, kendala yang dihadapinya adalah cuaca panas saat di Muzdalifah. "Banyak yang pingsan dan desak-desakan," ungkapnya.
Namun, perjuangan dan keiklasannya selama mengikuti rangkaian haji, akhirnya membawa ibu rumah tangga asal Cikampek itu pulang dengan selamat. "Alhamdulillah kegitan haji terlaksana semuanya. Alhamdulillah seneng bertemu keluarga, karena semua pada sehat," tuturnya. (apk)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template