Keramba Waduk Jatiluhur 32 Ribu Unit - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Keramba Waduk Jatiluhur 32 Ribu Unit

Keramba Waduk Jatiluhur 32 Ribu Unit

Written By ayah satria on Sabtu, 30 September 2017 | 12.15.00

Baru Ditertibkan 3.200

PURWAKARTA,RAKA - Sejak April 2017 hingga saat ini, sebanyak 3.200 Unit keramba jaring apung telah ditertibkan dan dibawa ke daratan oleh petugas gabungan dari perairan waduk Jatiluhur. Pihak PJT II Jatiluhur menargetkan, seluruh keramba bisa dizerokan dari perairan Jatiluhur rampung akhir Desember 2018 mendatang.
"Pengerjaanya terus dikebut, targetnya setiap hari kita bisa membereskan 100 unit keramba. Namun, hal itu tergantung kondisi petugas di lapangan," ujar Direktur II PJT II Jatiluhur, Harry M Sungguh, kepada sejumlah awak media belum lama ini.
Menurut Harry, penertiban keramba ini merupakan komitmen bersama antara PJT II Jatiluhur dengan Pemkab Purwakarta. Sebab, banyak alasan sampai keramba ini harus dizerokan dari waduk terbesar di Jabar ini. Salah satunya, pemakaian pakan ikan yang bertahun-tahun telah mencemari air waduk tersebut. Sedangkan, air Waduk Jatiluhur ini bukan hanya dibutuhkan untuk irigasi pertanian saja. Melainkan, menjadi air baku bagi industri dan PDAM. Termasuk untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat Jakarta.
Karena itu, keramba-keramba pemilik pembudidaya ikan ini harus ditertibkan. Apalagi, jumlahnya sudah sangat overload. Mencapai 32 ribu unit. Jumlah tersebut, benar-benar terlalu gemuk. "Makanya, Pak Bupati Dedi ingin keramba ini dizerokan. Sebab, bila disisakan jadi 4.000 unit, nanti jumlahnya tidak akan terkontrol lagi," ujarnya.
Harry menjelaskan, pihaknya akan mengikuti saran dari pemkab mengenai keramba ini. Apalagi, untuk kelestarian lingkungan Waduk Jatiluhur. Akan tetapi, pihaknya juga tetap memerhatikan nasib pembudidaya asli warga sekitar pesisir waduk. "Akan ada solusi bagi mereka. Kita sudah kerja sama dengan kementerian kelautan dan perikanan," tuturnya.
Solusinya, bukan lagi budidaya seperti sekarang ini. Melainkan, warga di sekitar Waduk Jatiluhur masih bisa menangkap ikan untuk dijual ataupun dikonsumsi sendiri. Namun, polanya yaitu dengan cara tangkap. Bukan budidaya. "Tapi, solusi ini akan diterapkan setelah seluruh keramba berhasil ditarik ke daratan," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengatakan, pihaknya akan terus mendorong supaya program penertiban keramba ini bisa sesuai target. Karenanya, dari masalah anggaran pihaknya siap sharing dengan PJT II. Apalagi, dalam penertiban ini melibatkan unsur TNI dan kepolisian. "Penertiban harus jalan. Sampai keramba itu zero dari atas perairan Waduk Jatiluhur," ujarnya (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template