Kepsek Sasaran Empuk Pemerasan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kepsek Sasaran Empuk Pemerasan

Kepsek Sasaran Empuk Pemerasan

Written By ayah satria on Jumat, 29 September 2017 | 19.39.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Ada gula ada semut. Istilah itu menghantui sejumlah kepala sekolah. Pasalnya, diberi bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk ruang kelas baru dan rehab dengan swakelola malah berujung trauma dan khawatir, menyusul maraknya oknum wartawan dan oknum LSM yang merecoki proses pembangunan sampai pada intimidasi dan pemerasan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang H Dadan Sugardan mengatakan, tidak sedikit diakuinya sejumlah kepsek yang awalnya gembira menerima DAK, justru berujung keluhan selama proses pembangunan. Karena selama proses pembangunan, sejumlah oknum mendatangi sekolah bahkan rumah kepsek. "Masih mending jika sopan dan pengawasannya dijaga, justru cenderung intimidasi dan mengklaim ada ketidakberesan proses hingga ancaman. Bahkan yang lebih parah sampai dengan pemerasan," ungkap Dadan kepada Radar Karawang, Kamis (28/9) kemarin.
Persoalan itu, sebut Dadan, jadi preseden buruk bagi kepsek lainnya, yang justru ikut-ikutan cemas menerima bantuan DAK. Padahal, sekolah di Karawang penerima DAK terbanyak di Jawa Barat. Seharusnya ini diapresiasi sebagai hasil kinerja dinas dan semua pihak. Namun sejumlah oknum justru membentur-benturkan dengan hukum, ancaman, intimidasi, dan pemerasan. Hanya satu kata, sebut Dadan, kepsek selama benar dan lurus, lawan dan jangan pernah takut menghadapi oknum tersebut. "Kalau kita benar, jangan takut. Lawan saja oknum yang merecoki pembangunan sekolah," tandasnya.
Ia melanjutkan, kejaksaan tidak akan begitu saja menerima laporan. Apalagi jika sang pelapor pada awalnya meminta sejumlah uang kepada kepala sekolah. "Kadang-kadang kok saya melihat lebih banyak intimmudasi dan ancaman. Kalau sampai memeras, langsung lapor polisi saja," ujarnya.
Pihaknya juga sudah menginformasikan kepada semuam kepala sekolah, untuk menanyakan langsung kepada konsultan dinas jika tidak tahu prosedur pembangunan menggunakan DAK. "Banyak yang belum paham, silahkan tanya ke konsultan. Walaupun jumlah konsultannya masih terbatas," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template