Kasus Perkosaan Coreng Kota Santri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kasus Perkosaan Coreng Kota Santri

Kasus Perkosaan Coreng Kota Santri

Written By Mang Raka on Senin, 11 September 2017 | 13.30.00

- Orangtua Diminta Awasi Perilaku Anak

PLERED,RAKA- Perkosaan yang dialami salah seorang siswi SMA Purwakarta oleh dua orang pemuda Plered beberapa waktu lalu, menuai kecamatan dari berbagai organisasi kepemudaan. Peristiwa tersebut telah mencoreng nama Plered sebagai Kota Santri. Para orangtua diminta untuk lebih intens lagi mengawasi aktivitas dan teman anak-anaknya.
Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Anso) Plered TB Seda Akhmad Ziyad, mengaku prihatin dengan terjadinya kasus kekerasan seksual yang terjadi di Kecamatan Plered belakangan ini. Pasalnya, peristiwa itu tak hanya mencoreng nama baik Plered yang di kenal sebagai Kota Santri saja namun juga semua tokoh agama yang ada di wilayah itupun sangat merasa ternodai. "Bicara soal kekerasan seksual yang terjadi di Plered belakagan ini, jelas saya sangat kecewa, bahkan bukan nama kota santrinya saja yang merasa ternodai, tokoh-tokoh agama yang ada di Plered pun juga pasti merasa malu," ujarnya, Minggu (10/9).
Sebagai ketua organisasi Islam Gerakan Pemuda Ansor Plered, Seda berharap, ada hikmah yang bisa dipetik dan bisa dijadikan pembelajaran bagi para orangtua tentang betapa pentingnya pelajaran agama yang harus benar-benar diterapkan kepada setiap anak. "Pengawasan terhadap perilaku anak juga sangat penting, agar kita tahu sejauh mana pergaulan anak kita," tuturnya.
Hal senada juga disuarakan Ketua Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Kecamatan Plered, Moh Haqie Annazli, dirinya mengutuk keras peristiwa kekerasan seksual yang terjadi kepada pelajar yang ada di Kecamatan Plered. "Peristiwa memalukan tersebut tidak lah pantas terjadi di Kota Santri sepertii Kota Plered," kesalnya.
Haqie berharap, ada upaya serius dari semua pihak untuk segera menindak lanjuti penutupan ruang gerak negatif bagi semua remaja, khususnya pelajar yang ada di Kecamatan Plered. Tujuanya, agar kejadian memalukan yang terjadi kemarin tak akan lagi terulang. "Disamping pengawasan orangtua, saya harap adanya upaya dari semua pihak untuk segera menutup semua ruang gerak bagi semua remaja, khsusnya bagi siswa atau siswi untuk melakukan hal yang sifatnya negatif," pungkasnya.
Sebelumnya, empat dari lima pelaku tindak asusila terhadap seorang gadis berusia 16 tahun asal Kecamatan Plered, berhasil diringkus Satuan Reserse dan Kriminal Polres Purwakarta, Kamis (7/9). Ke empat pelaku berhasil ditangkap petugas di rumahnya masing masing, yaitu, Al (23) SAN (26) IF (21) RV (23), seluruhnya merupakan warga Kampung Ulen, Desa Plered, Kecamatan Plered, Purwakarta. "Sementara satu pelaku lainya berinisial AH (20) masih dalam pencarian petugas," kata Kanit PPA Polres Purwakarta Aiptu Agus Permana.
Aiptu Agus mengatakan, para pelaku ditangkap setelah adanya laporkan dari Lilis (45), warga Plered, anaknya berinisial R (16) salah seorang pelajar SMA di Purwakarta telah menjadi korban kekerasan seksual. Sementara dihadapan penyidik korban mengaku awal mula perkenalan dengan kelima pelaku yaitu dari seringnya ia nongkrong di alun-alun Kecamatan Plered. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template