Kasihan, Nelayan yang Digulung Ombak tak Dapat Bantuan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kasihan, Nelayan yang Digulung Ombak tak Dapat Bantuan

Kasihan, Nelayan yang Digulung Ombak tak Dapat Bantuan

Written By ayah satria on Sabtu, 09 September 2017 | 13.00.00

PEDES, RAKA - Pengurus KUD Sungaibuntu, Kecamatan Pedes desak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, terutama Dinas Perikanan dan Kelautan untuk mengeluarkan asuransi bagi perahu dan alat tangkap ikan yang rusak saat terjadi kecelakaan di laut, di luar asuransi jiwa nelayan.
Kejadian kecelakaan yang menimpa nelayan laut Sungaibuntu menjadi catatan penting dan perhatian dari tokoh nelayan Sungaibuntu, karena disaat kecelakaan para nelayan tidak mendapatkan ganti rugi dari pihak terkait. Padahal secara tidak langsung, ikan yag dihasilkan oleh nelayan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kabupaten Karawang. Atas hal tersebut, para nelayan Sungaibuntu mendesak Pemkab Karawang terutama dinas terkait untuk mengeluarkan asuransi bagi perahu dan alat tangkap yang ikut rusak saat terjadi kecelakaan bagi nelayan.
Menurut tokoh nelayan yang juga ketua pengurus nelayan Sungaibuntu, Slamet Sonjaya, meminta Pemkab Karawang terutama dinas terkait, agar lebih peduli terhadap nelayan Karawang, terutama disaat ada musibah yang menimpa nelayan, seperti kecelakaan saat melaut yang diakibatkan oleh terjangan ombak besar. Bukan hanya memberikan asuransi jiwa, namun juga dengan memberikan asuransi atau ganti rugi bagi perahu dan alat tangkap yang rusak. Pasalnya harga perahu dan alat tangkap tersebut nilainya puluhan juta rupiah. "Selain asuransi jiwa, tolonglah kepada pemkab dan dinas terkait, agar alat tangkap nelayan juga dimasukan asuransi," katanya, kepada Radar Karawang.
Dikatakannya, selama ini nelayan Sungaibuntu selalu dianak tirikan. Bagaimana tidak, setiap hari nelayan harus menyisihkan hasil tangkapanya untuk memenuhi kewajiban membayar otonom daerah 9 persen dari hasil melaut. Namun sebaliknya, ketika nelayan merasa kesulitan tidak ada pihak yang memperhatikan nasibnya. Dirinya kecewa atas kejadian yang menimpa nelayan, ia tidak ingin nelayan sungai buntu diibaratkan sebagai sapi perah yang dibutuhkan ketika ada hasilnya saja.
Hal senada dikatakan nelayan Sungaibuntu Ucen, setelah kecelakaan, dirinya tidak pernah mendapatkan perhartian dari pihak manapun. Bahkan pihak Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang dianggap sebagai bapaknya para nelayan tidak memberikan kontribusi apapun. "Boro-boro bisa bantu, segelas air Aqua pun tidak pernah kami terima, entah kepada siapa kami mengau untuk kesejahteraan hidup kami," harapnya.
Ia berharap, adanya asuransi yang dikhususkan untuk alat tangkap nelayan, karena perelngkapan untuk melaut tersebut bukan barang yang murah. "Asuransi jiwa memang ada, kami berharap selain asuransi jiwa, ada juga asuransi untuk alat tangkap kami yang terkena musibah," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template