Kampung Jati Darurat Sampah Liar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kampung Jati Darurat Sampah Liar

Kampung Jati Darurat Sampah Liar

Written By ayah satria on Sabtu, 16 September 2017 | 14.45.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Masyarakat Kampung Jati, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat sampai sekarang masih mengeluhan bau busuk sampah. Sementara upaya untuk meminta Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) sudah dilakukan, namun hingga saat ini tak kunjung terealisasi.
Sejak dua tahun lalu masyarakat Kampung Jati, Desa Karangligar mengeluhkan tidak adanya TPAS. Padahal keberadaan tempat buang sampah itu bertujuan agar penanganan sampah di kampung tersebut bisa tertata dengan baik dan teratur. "Sudah lama warga dibuat pusing karena bau sampah menyengat dari lokasi pembuangan sampah liar itu.
Tetapi warga tidak bisa berbuat apa-apa karena memang tidak ada tempat pembuangan sampah resmi yang disediakan pemerintah," ucap Karsih (34) warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi pembuangan sampah liar, Jumat (15/9).
Dijelaskan Karsih, tumpukan sampah di tanah kosong milik warga di desa itu diakuinya memang berasal dari warga sekitar Kampung Jati juga. Tetapi itu  terpaksa dilakukan karena pemerintah tidak menyediakan tempat pembuangan sampah untuk warga disana. Kondisi lokasi sendiri saat ini terbilang sudah overload. Dikhawatirkan jika tidak juga ada upaya membersihkannya lokasi pembuangan sampah akan menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar lokasi. "Sampai sekarang belum ada solusi nyata baik dari desa, kecamatan maupun kabupaten untuk menangani persoalan sampah disini," tandasnya.
Saat ini, terang Karsih, sebetulnya persoalan sampah ini sudah menjadi polemik berkepanjangan. Sebagaian warga yang sadar kesehatan memilih memusnahkan sampahnya dengan cara dibakar. Sedang sebagian lagi tetap mempertahankan kemalasannya dengan membuang sampah ke lokasi dengan alasan tidak ada tempat buang sampah yang lain.
Yudha (30) tokoh pemuda Kampung Jati, Desa Karangligar mengatakan kalau pemerintah daerah memang sudah harus menyediakan tempat pembuangan akhir sampah di wilayah tersebut. Saat ini menurutnya, pemda terkesan tidak perduli terhadap persoalan sampah. Dirinya pun menyampaikan jika bisa saja pemerintah desa melakukan kerjasama dengan karang taruna agar ada kerjasama mencari solusi supaya sampah tidak menjadi polemik.
"Selain menjadi persoalan sosial juga sampah kan malah membuat dampak bagi estetika juga kesehatan warga sekitar. Padahal setiap pagi bau busuk pun menyengat dari tumpukan sampah itu. Seharusnya pemerintah setempat mengambil langkah serius menghadapi persoalan sampah. Bisa saja kerjasama dengan Karangtaruna untuk masalah pembuangan sampah ini," ucapnya.
Secara terpisah, Kades Karangligar ketika dikonfirmasi terkait tempat pembuangan sampah liar berbau busuk di wilayah ternyata sedang tidak berada di kantor. Namun melalui aparatur desa disitu, Khotib, tidak menyangkal kalau di Kampung Jati memang tidak ada tempat pembuangan akhir sampah, bahkan di dusun-dusun lain pun menghadapi persoalan sama. Kondisi ini sering memaksa warga terpaksa membuang sampah ke sungai tersier Pengasinan. "Warga berharap pemerintah bisa menyediakam tempat membuang sampah akhir yang permanen dan jelas, agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi di saluran air," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template