Jembatan Penyeberangan Jl Ahmad Jadi Lokasi Selfie - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jembatan Penyeberangan Jl Ahmad Jadi Lokasi Selfie

Jembatan Penyeberangan Jl Ahmad Jadi Lokasi Selfie

Written By ayah satria on Senin, 11 September 2017 | 15.23.00

KARAWANG, RAKA - Jembatan Penyeberangan orang (JPO) di Jalan bypass Ahmad Yani depan Puskesmas Karangpawitan menjadi lokasi pavorit remaja untuk nongkrong dan foto selfie selain pendopo lapangan Karangpawitan. Hal itu sudah berlangsung sejak sebulan terakhir. Dari pengakuan mereka ketimbang mubazir sudah dibuat tidak dipergunakan lebih baik dimanfaatkan untuk foto-foto.
Seperti pengakuan Andra Maulana (13) remaja asal Kampung Jatirasa RT 01 RW 01 Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat. Dia bersama teman-temannya sering menaiki jembatan itu untuk sekedar foto-foto selfie. "Nongkrong di sini mengasyikkan. Kami hampir setiap minggu nongkrong disini," tuturnya kepada Radar Karawang, Minggu (10/9).
Andra mengaku nongkrong di JPO Ahmad Yani bersama teman-temannya menyenangkan. Apalagi tidak ada orang yang lewat menggunakan jembatan. Jadi leluasa mau apa saja. "Biasanya kami melakukan setiap hari libur, seperti sekarang kan hari Minggu jadi libur. Kebiasaan berlibur di JPO ini sudah kami lakukan sejak sebulan ini. Dari jembatan ini bisa menyaksikan leluasa memandang kemana aja," tutur Andra.
Andra berpandangan, pemerintah kabupaten Karawang sudah cukup perhatian terhadap masyarakat dengan membuatkan jembatan penyeberangan orang. Sayangnya hal itu tidak dimanfaatkan masyarakat sebagai akses penyeberangan. "Lalulintas di Jalan Ahmad Yani ini memang padat. Tapi kendaraan yang melintas selalu kencang-kencang sehingga membahayakan penyeberang jalan," tutur Andra.
Masih dikatakan Andra, mestinya dengan adanya jembatan penyeberangan ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menyeberang dengan aman. Apalagi, diatas jembatan itu rasanya nyaman. "Coba aja merasakan sendiri sensasi jembatannya. Mengasyikkan. Selain aman menyeberang tidak khawatir kesambar motor atau mobil yang gila kalau melintas," sebut Andra.
Andra sendiri tidak memungkiri kalau sepanjang 1 km dari depan lapangan Karangpawitan hingga perempatan lampu merah DPRD itu memang rawan kecelakaan. Apalagi sore hari itu saat-saat rawan kecelakaan. Untuk itu Andra berharap untuk dilakukan pembenahan agar kegunaan JPO tersebut dapat dimaksimalkan oleh masyarakat. "Percuma dibuat kalau tidak dipergunakan. Harusnya dipagar agar masyarakat dan penyeberang jalan tidak bisa menyeberang lewat kolong jembatan sehingga mau tidak mau menggunakan JPO untuk menyeberang," tandasnya.
Lanjut Andra dirinya berharap sebagai generasi penerus bangsa pihaknya akan berusaha memberikan saran yang akan dilakukannya minimal terhadap teman di sekolah maupun di kampungnya agar seketika melakukan penyeberangan di jalan tersebut menggunakan JPO. "Saya akan coba ajak temen di sekolah sama di kampung seketika lewat sini agar mau melintas menggunakan jembatan," ucapnya.
Nada sama disampaikan M Mansur (14) juga remaja yang sering memanfaatkan JPO Ahmad Yani untuk bersantasi. Jembatan yang belum lama ia tahu itu sudah cukup baik saat di gunakan oleh pengguna jalan yang melintasi jalan By pass Ahmad yani. Selain bisa menyelamatkan diri dari aksi kebut motor dan mobil di jalanan yang dapat membuat panik saat melintas. Dirinya berharap agar para pengguna jalan selalu menggunakan JPO dengan sebagai mana mestinya. "Jembatannya bagus tapi sayang penggunanya kurang memanfaatkannya padahal cukup baik buat keselamatan," ujarnya.
Setahunya selama bermain bersama teman-temananya jembatan tersebut tidak pernah sekalipun digunakan oleh pengguna jalan. Entah mengapa demikian pihaknyapun tidak mengetahuinya, namun yang dirasakannya saat menggunakan jembatan tersebut, kondisinya cukup baik dan nyaman saat di gunakan walaupun terkadang jembatan tersebut suka goyang-goyang saat digunakan berlari diatasnya. "Kalau dipakai jalan biasa saja gak kenapa-kenapa, tapi kalau kita pada lari di atasanya agak goyang disini,"  tuturnya. (apk)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. berita harusnya disertai foto, jd kurang menarik kalo tanpa foto

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template