Janji Tambah Apotek Belum Terealisasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Janji Tambah Apotek Belum Terealisasi

Janji Tambah Apotek Belum Terealisasi

Written By ayah satria on Sabtu, 16 September 2017 | 13.00.00

TELUKJAMBE, RAKA - Sampai saat ini antrean pengambilan resep obat rawat jalan di RSUD Karawang masih menjadi permasalahan. Sementara janji manajemen rumah sakit itu untuk mengoperasikan dua apotek baru belum juga terbukti.
Seperti dijanjikan sebelumnya manajemen RSUD akan melakukan penambahan jumlah apotek di lingkungan RSUD. Sekarang baru ada sebelas apotek nantinya ditambah dua lagi. Diharapkan setelah penambahan itu bisa memangkas antrean pengambilan obat. "Kita akan tambah dua lagi apotek. Diharapkan dengan tambahan dua apotek ini bisa mengurai antrean panjang layanan apotek rawat jalan," ungkap Kabid Penunjang RSUD dr Endang Supriadi, beberapa waktu lalu.
Endang menjelaskan, antrean terjadi akibat penumpukan jumlah pengunjung yang akan mengambil obat resep dari hasil pemeriksaan dokter poli dengan waktu yang hampir bersamaan. Dengan jumlah banyak dan waktu bersamaan otomatis terjadi penumpukan, sementara layanan loketnya kecil. Di lain sisi, keterbatasan ruang untuk dijadikan apotek salah satu kendala yang ada. "Memang untuk jumlah apotek RSUD berdasarkan permenkes masih diperbolehkan dua lagi," katanya.
Kabid Pelayanan Medik dr Dwi Susilo menambahkan, saat ini selain layanan yang dianggap kurang untuk kapasitas ruang apotek, membludaknya jumlah pengunjung RSUD hingga 800 orang per hari membuat pelayanan tetap over kapasitas. Dengan jumlah pengunjung hingga 800 orang bisa dibayangkan dalam waktu bersamaan ingin mengambil obat.
Dokter Dwi mengatakan, bukan tidak ada usaha dalam meningkatkan layanan di RSUD, selain sudah menambah jumlah loket pendaftaran dari 5 menjadi 10. "Jumlah apoteker juga sudah ditambah menjadi 8, namun memang jumlah pengunjung yang banyak diperlukan tambahan lagi ruang apotek. Sementara saat ini ruang yang ada harus mensiasati. Kita terus berusaha melakukan perbaikan layanan, tapi pada akhirnya memang dengan jumlah yang banyak menjadikan layanan tetap antre jika tidak dilakukan penguraian dari layanan dokternya," jelas mantan Ketua IDI Kabupaten Karawang itu.
Bukan hanya persoalan antrean pengambilan obat, hal lain yang juga sempat mendapat sorotan serius pihak RSUD adalah perihal percaloan kamar. Untuk memangkas aksi itu pihak RSUD memberlakukan sistem layanan online yang sudah diluncurkan rumah sakit tersebut. "Layanan untuk ketersediaan kamar RSUD saat ini sudah menggunakan sistem android. Manajemen RSUD bisa melakukan pengawasan melalui android yang juga bisa dipantau oleh pasien," katanya.
Dwi yakin, sistem layanan itu bisa memangkas aksi percaloan kamar. Ditambahkannya, melalui sistem itu calon pasien bisa mengetahui langsung ketersediaan kamar melalui monitor televisi yang disediakan pihak rumah sakit. "Kita melakukan ini sebagai upaya menghindari jual beli ruangan yang beberapa waktu lalu ramai menjadi keluhan pasien yang datang selalu mendapat jawaban tidak ada kamar kosong," terang dia.
Dikatakannya juga, melalui sistem online itu manajemen rumah sakit juga menggunakan sistem android sebagai alat untuk mengontrol kinerja pelayanan medik di lapangan, termasuk ketersediaan ruangan. "Untuk masalah ketersediaan ruangan sudah bisa dicek melalui android bagi manajemen, namun untuk masyarakat bisa melalui layar televisi," beber dokter Dwi. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template