Ijazah Staf Desa Minimal SMA, Kok Calon Kades Cuma SMP? - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ijazah Staf Desa Minimal SMA, Kok Calon Kades Cuma SMP?

Ijazah Staf Desa Minimal SMA, Kok Calon Kades Cuma SMP?

Written By ayah satria on Jumat, 22 September 2017 | 16.11.00

BATUJAYA, RAKA- Syarat pendidikan menjadi kepala paling rendah setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat mendapat tanggapan serius dari Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi). Pasalnya syarat menjadi perangkat desa minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, akibatnya banyak terjadi kesenjangan antara kades dengan bawahannya.
Menurut Sekjen Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Karawang Alek Sukardi, sebuah penghinaan bagi kades ketika persyaratannya hanya dibatasi dengan jenjang SMP sederajat. Meski pengalaman dan keilmuan seseorang tidak bisa diukur dengan jenjang akademik, namun dirinya meyakini adanya kesenjangan ilmu pengetahuan jika seorang kades benar-benar berada di bawah stafnya sendiri. "Penghinaan dong, masa kriteria kepala desanya berada di bawah staf atau apraturnya senidiri," tegas Alex kepada Radar Karawang.
Dia menyampaikan, aturan tersebut jelas tertuang pada Undang-undang No 6 tahun 2014. Ia menghawatirkan adanya seorang kades yang sama sekali tidak pernah melakoni jenjang pendidikan, artinya ijazah yang menjadi persyarakatannya saat mencalonkan kades melalui Paket B. Hal tersebut ia utarakan karena banyaknya kepala desa yang belum mengerti tentang aturan dan perundang-undangan yang ditetapkan Presiden saat ini. Dibuktikan masih adanya beberapa kasus kades yang melenceng dari peraturan, khususnya kasus yang menjerat beberapa kades di Kabupaten Karawang. "Kebanyakan mereka yang melenceng dari peraturan itu,  karena pendidikan akademisnya yang kurang memadai, jangan-jangan mereka beneran gak ngerti, hanya punya cukup modal untuk nyalon aja," ungkap Alek.
Adapun ijazah yang didapatkan melalui Paket B, ucap dia lagi, tidak bisa menjamin kualitas sumber daya manusia (SDM) seorang kades. Apalagi dari semua ijazah yang dimiliki seorang kades mulai dari ijazah SD, SMP, dan SMA yang seluruhnya didapatkan melalui paket, tentu saja akan merusak kualitas pendidikan. Belum lagi dengan berbagai peraturan administrasi yang saat ini di gencarkan untuk desa, bukan tidak mungkin akan ada banyak kades yang terjerat hukum akibat keslahan administrasi yang mereka sendiri tidak menyadari. "Jika saja pihak berwajib mulai dari tipikor, saber pungli, lebih saklek, saya yakin hanya beberapa kades yang tersisa bersih sesuai aturan," ungkapnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template