Hujan Sebentar, Warga Pulojaya Ketakutan Banjir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hujan Sebentar, Warga Pulojaya Ketakutan Banjir

Hujan Sebentar, Warga Pulojaya Ketakutan Banjir

Written By ayah satria on Sabtu, 30 September 2017 | 14.30.00


LEMAHABANG WADAS, RAKA - Warga Desa Pulojaya sempat cemas menyaksikan air irigasi Peundeuy - Sentul meluap setelah alirannya terhadang hamparan ganggang dan eceng gondok yang menutupi permukaan irigasi. Untuk mengantisipasi luapan air meluas aparatur desa tersebut dikerahkan menyusuri irigasi yang selama ini menjadi sumber air sawah di Kecamatan Lemahabang.
Dikatakan Sekretaris Desa Pulojaya Mahmud, air yang meluap dari irigasi Peundeuy - Sentul nyaris memasuki pemukiman warga di wilayahnya. Ancaman banjir itu berlangsung sudah seminggu terakhir sebelum dilakukan pembersihan terhadap ganggang dan eceng gondok. "Air irigasi sebenarnya normal digelontorkan untuk pengairan lahan pesawahan. Namun, karena banyaknya eceng gondok dan ganggang, membuat saluran mampet bahkan meluber hingga nyaris memasuki pemukiman warga," ucapnya.
Ditambahkan Mahmud, ganggang di irigasi tersebut tumbuh di kedalaman 1 meter dan pertumbuhannya sangat cepat. Bahkan panjang ganggang mencapai dua meteran. Sehingga mengganggu kelancaran aliran air menuju persawahan hingga kemudian meluber. Bahkan jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin luberan airnya meluas ke pemukiman dan mengganggu aktivitas warga. "Ganggangnya panjang-panjang untuk membersihkannya kita kesulitan dan butuh tenaga tidak sedikit. Makanya kita kerahkan aparatur desa untuk membersihkannya," ungkapnya.
Sementara Kades Pulojaya Solehudin mengatakan aparaat desa yang dikerahkan bukan dibantu oleh masyarakat dan petani selain lembaga mitra desa untuk melakukan gorol dan mengangkat ganggang di sepanjang irigasi Peundeuy - Sentul sepanjang 1 kilometer. Pembersihan itu, terang kades untuk meringankan gangguan pengairan yang terhambat oleh ganggang meskipun normal.
"Dengan pengairan tidak ada masalah namun jika airnya luber di pinggiran bantaran itu akan jadi masalah dan yang dirugikan sudah jelas warga dan petani yang menanggung imbasnya," tandas kades. Diharapkan, lanjut kades, melalui gorol ini petani kompak setidaknya nantinya bisa memperlancar arus air kembali stabil.
Lebih jauh Soleh berharap, masyarakat tani diminta segera melapor jika ada eceng gondok, ganggang dan sampah yang mengganggu pengairan. Pihak desa dan aparat lainnya siap menggelar rutin gorolan bersama, begitupun saat banyak tikus dan hal- hal yang memerlukan banyak tenaga, karena pesawahan ini adalah jantung ekonomi masyarakat.
"Ganggang, sampah dan eceng gondok bila ada di permukaan irigasi segera melapor dan nanti akan kita tangani secara bersama-sama," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template