Honorer K2 Karawang Ancam Demo Besar-besaran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Honorer K2 Karawang Ancam Demo Besar-besaran

Honorer K2 Karawang Ancam Demo Besar-besaran

Written By ayah satria on Senin, 25 September 2017 | 17.02.00

TELAGASARI, RAKA - Pembukaan CPNS jalur umum oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPan & RB), membuat honorer kategori dua (k2) di Kabupaten Karawang marah. Apalagi mendengar rapat revisi Undang-undang ASN batal digelar tiga kali. Kesabaran mereka benar-benar habis.
Sekretaris Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Karawang Novia Purna Irawan S.Pd mengatakan, pihaknya hanya menginginkan agar seluruh honorer K2 yang bekerja di Dinas Pendidikan maupun instansi lain di Kabupaten Karawang bersatu, kompak, dan satu komando, agar perjuangan menuju PNS berhasil. Sekaligus menjalankan perintah dan arahan hasil Rakornas FHK2I pada tanggal 16 September 2017.
Sebab, hanya dengan cara revisi UU ASN inilah, semua honorer K2 bisa diangkat menjadi PNS. Tanpa itu, sebut Novi, sirnalah sudah harapan dan impian menjadi PNS. Karena para honorer sudah jelas-jelas dikecewakan pemerintah ketika Kemenpan RB tiga kali tidak memenuhi undangan DPR RI terkait pembahasan daftar inventaris masalah.
Padahal, sebutnya, presiden sudah menerbitkan surat kepada Kemenpan RB, Kementerian Keuangan dan Kemenkumham untuk menyelesaikan persoalan honorer K2. Sayangnya, hal itu masih tidak diindahkan. "Apakah itu merupakan tindakan abai terhadap perintah presiden? Ini harus digeruduk," ungkapnya di sela-sela penyampaian hasil Rakornas FHK2I Jogjakarta di SDN Nagasari VI di hadapan para pengurus FHK2I Karawang.
Lebih jauh Novi menambahkan, di tengah teriakan honorer K2 akan sikap diamnya pemerintah, justru ditimpa dengan pembukaan pendaftaran CPNS jalur umum. Ini jelas membuat honorer K2 sakit hati. Karena dengan begitu, seolah menunjukan sikap dan kebijakannya bahwa K2 tidak siap diangkat sebagai PNS. "Sebetulnya pemerintah siap gak sih mengangkat kami. Toh ke CPNS umum malah dibuka. Itu pertanyaan yang paling mendasar di benak kami," ungkapnya.
Menyikapi hal itu semua, FHK2I Karawang menggelar pertemuan para korcam/kordin FHK2I untuk menyampaikan pernyataan sikap hasil rakornas, ditambah akan ada aksi nasional seluruh Indonesia ke masing-masing provinsi secara massal pada 20 Oktober mendatang. "Kemarin rakornas jumlah peserta yang hadir dari 17 provinsi 300 orang. Dari Karawang ada perwakilan 1 orang. Kita akan kawal hasil rakornas dan siap kembali aksi besar-besaran pada 20 Oktober nanti," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template