Hidup Dibawah Gubuk Reot - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hidup Dibawah Gubuk Reot

Hidup Dibawah Gubuk Reot

Written By Mang Raka on Jumat, 15 September 2017 | 12.00.00

* Asdi Butuh Uluran Tangan

KOTABARU, RAKA - Ditengah eforia perayaan hari jadi karawang ke 384, ternyata masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kesenjangan sosial masih terjadi disetiap sudut kota, desa dan perkampungan, salah satunya adalah di Kecamatan Kotabaru.
Berikut ini merupakan salah satu potret kehidupan warga karawang  yang saat ini dikenal dengan kota lumbung padi dan kota industri. Pembangunan gedung-gedung tinggi terus bermunculan, tanah-tanah darat dan sawah disulap menjadi perumahan. Tetapi perubahan dan perkembangan itu tidak bisa dirasakan oleh Asdi (55) Warga Dusun Karajan RT 02/02, Desa wancimekar.
Diusianya yang sudah tua, dia harus berjuang untuk bias bertahan hidup, belum lagi kondisi fisiknya yang sudah sangat rentan terserang penyakit, membuat lelaki yang memiliki empat orang anak ini merasakan kesulitan dalam menjalankan kehidupannya.
Yang sangat memprihatinkan lagi, rumah yang menjadi tempat tinggalnya terlihat sangat memprihainkan, dengan kontruksi bangunan yang terbuat dari kayu yang sudah rapuh, dan tidak memiliki lantai, dia harus berbagi kasih kepada dua orang anaknya yang masih tinggal bersama digubuk reot tersebut.
Asdi (55) sendiri megaku sangat mengidamkan kehidupan yang layak, saat ini dia hidup dengan mengandalkan belas kasih tetangga dan dua orang anaknya yang sudah berkeluarga. "Sebenernya saya ingin hidup layak, seperti orang lain, tapi apa daya, sekarang aku sudah sering sakit-sakitan," ujar Asdi yang terlihat raut mukanya  sangat sedih saat berbincang dengan Radar Karawang.
Lelaki tua itu, terpaksa harus hidup susah, dengan tinggal digubuk reot yang sudah tidak layak huni. Terlihat didalam ruangannya beralaskan karpet kotor, dan tiang rumahnya juga sudah rapuh. Dia juga merasa hawatir jika secara tiba-tiba rumah yang menjadi tempat tingalnya itu mendadak ambruk. "Rumah saya keadaanya seperti ini, kalau hujan suka bocor dan kebanjiran," katanya.
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah dan orang dermawan, untuk membantu memperbaiki rumahnya. Paling tidak dia bisa tinggal dirumah yang layak, meski kondisi perekonomiannya sangat tertinggal dari yang lain. "Semoga saja ada yang peduli, saya ingin punya rumah yang layak. Kalau bisa mah pemerintah membantu orang-orang sama seperti saya," ujarnya.
Ketua RT 02/02 Desa Wancimekar, Diding mengatakan, kehidupan Asdi memang sangat mengharukan, rumhnya sangat tidak layak huni, ditambah ruangananya sangat kotor, sehingga dia selalu sakit dan kesulitan untuk mencari nafkah. Sedangkan dia memiliki empat orang anak, dua orang anak masih tinggal bareng dirumahnya, dan dua orang anaknya lagi saat ini sudah berkeluarga. "Kasian banget kalau liat mang Asdi, hidupnya sangat susah sekali, ditambah rumahnya sudah tidak layak dihuni, selain itu dia suka sakit-sakitan," Katanya.
Ia berharap, pemerintah bisa memperhatikan, orang yang serba kekurangan seperti Asdi, agar hidupnya bisa terbantu, sehingga orang-orang seperti itu bisa merasakan hidup layak. "Semoga saja pemerintah memperhatikan orang yang seperti mang asdi," ujarnya. pungkasnya.(cr1)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template