Eksploitasi Tanah Tanggul Citarum Meluas di Kampungsawah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Eksploitasi Tanah Tanggul Citarum Meluas di Kampungsawah

Eksploitasi Tanah Tanggul Citarum Meluas di Kampungsawah

Written By ayah satria on Senin, 25 September 2017 | 17.29.00

JAYAKERTA, RAKA -  Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Kabupaten Karawang kembali menemukan warga yang dengan sengaja mengeksploitasi bantaran Citarum. Padahal sebelumnya FDAS Citarum menegaskan akan mempolisikan pelaku eksploitasi bantaran sungai Citarum.
Tiga desa yang ditemukan mengeksploitasi tanah bantaran sungai Citarum itu adalah warga Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta, dan terakhir penggalian dilakukan warga Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta. "Saya menemukan mobil (di Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta), diduga sebagai pengangkut tanah bantaran Citarum, namun tidak ada orangnya, kita akan kejar terus sampai tuntas," kata Ketua Forum DAS Karawang Asep Sudrajat.
Saat ini, ia bersama anggota DAS lainnya fokus memantau bantaran Citarum. Dirinya pun mengaku sudah melakukan kontrol sampai bantaran Citarum yang berada di Kecamatan Pakisjaya untuk mencegah daftar panjang eksploitasi bantaran Citarum yang dilakukan masyarakat. "Menghadapi musim hujan yang akan datang, kita akan fokus terhadap bantaran Citarum yang menjadi satu-satunya tanggul penahan air, karena jika terjadi jebol akan sangat membahayakan masyarakat," ungkapnya.
Dirinya berjanji akan terus memantau dan membuatkan surat pernyataan kepada masyarakat yang semena-mena menjual tanah bantaran Citarum sebelum diproses ke pihak berwajib. Ia berharap, peringatan ini akan menjadi peringatan yang bisa menghentikan perilaku warga merusak lingkungan. "Sebelum ke pihak berwajib, kita beri mereka pengarahan dan dibuatkan surat pernyataan agar tidak melakukannya lagi," tegasnya.
Masih kata Asep, bukan tidak mungkin kedepannya akan ada salah satu masyarakat yang mendekam dijeruji besi jika peringatannya ini tidak diindahkan. Karena, tindakan ekspolitasi ini jelas melanggar undang-undang No 32 tahun 2009 tentang pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. Terlebih pada Pasal 98 ayat 1 disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku mutu kerusakan lingkungan hidup dapat dipidana, dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan dikenai denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. Perbuatan itu juga, kata Asep, melanggar PP No 38 tahun 2015 tentang sungai pasal 3 ayat 1 yang berbunyi, sungai dikuasi oleh negara dan merupakan kekeyaan negara. "Artinya setiap orang yang dengan sengaja merusak tatanan sungai itu adalah tindakan pelanggaran, dan sanksinya pidana," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template