Duo Geng Motor Cikampek Ditangkap Polisi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Duo Geng Motor Cikampek Ditangkap Polisi

Duo Geng Motor Cikampek Ditangkap Polisi

Written By ayah satria on Sabtu, 30 September 2017 | 17.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Akhir-akhir ini di Cikampek dan sekitarnya diresahkan oleh aksi geng motor yang kerap menggangu ketertiban lingkungan. Oleh karenanya, berbagai kalangan meminta agar polisi mengamankan anggota geng motor yang sering membuat onar tersebut.
Permintaan tersebut akhirnya bisa direalisasikan oleh pihak kepolisian, pada Kamis (28/9) malam, dua orang yang diduga anggota geng motor diamankan oleh anggota Polsek Cikampek.
Sebelumnya, mereka berdua sempat menjadi buronan, karena pernah melakukan pengeroyokan terhadap Suhenda (27), warga Kampung Torojong Rt 005 Rw 010, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek pada Kamis (7/9) lalu sekitar pukul 20.00 Wib di jalan depan Pasar Pemda Cikampek, Desa Cikampek Kota Kecamatan Cikampek. "Dua orang pelaku ini, melakukan pengoroyokan kepada korban sampai korban mengalami luka sobek dibagian kepala," ujar Kanit Reskrim Polsek Cikampek, AKP Adis Iskandar, kepada Radar Karawang, Jumat (29/9) kemarin.
Dia menyampaikan, tim satuannya telah berhasil menangkap  dua orang pelaku yang merupakan geng motor. Mereka berdua adalah AA (24) warga Dusun Poponcol, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek dan AB (21) warga Kampung Pawarengan Rt 003 Rw 004, Desa Dawuan Timur Kecamatan Cikampek. "Pelaku melakukan pengeroyokan tersebut dikarenakan dendam antar geng motor," katanya
Dia menuturkan, kejadian bermula pada saat korban lewat dengan saksi menggunakan sepeda motor di TKP, dua pelaku melihat korban dan mengejar hingga menabrakan sepeda motor pelaku ke sepeda motor korban. Sehingga korban terjatuh dan sejurus kemudian para pelaku mengeroyok dengan memukulkan batako keangota tubuh korban. "Korban dipukuli pelaku sampe mengalami luka-luka," katanya.
Atas kejadian tersebut pihak kepolisian juga mengamankan sebuah baju lengan pendek warna putih, sedangkan bagian lengannya terdapat bercek darah korban.
Sementara itu, pengakuan dari pelaku berinisial AA, merasa  kesal dan marah, sehingga  ia menyimpan rasa dendam akibat perbuatan korban kepadanya, beberapa waktu lalu korban pernah menganiaya dirinya hingga kepalanya mendapatkan luka yang serius dengan mengunakan  senjata tajam. "Saya dendam sama korban, karena saya pernah di bacok sama korban, makanya saya membalasnya," katanya.
Akibat perbuatannya, kedua pelaku pengeroyokan melanggar KUHP pasal 170 tentang pengeroyokan dan penganiayaan, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara. "Dua pelaku terkena pasal 170 KHUP, tentang pengeroyokan dan penganiayaan," pungkasnya.(cr1)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template