Dianiaya Suami, Ibu Hamil Lapor Polisi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dianiaya Suami, Ibu Hamil Lapor Polisi

Dianiaya Suami, Ibu Hamil Lapor Polisi

Written By Mang Raka on Selasa, 19 September 2017 | 12.30.00

BANYUSARI, RAKA - Fia Maghfiroh warga Dusun Jungklang RT 002/003 Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari yang sedang hamil delapan bulan, melaporkan suaminya, Fahmi Agustin, dengan tuduhan telah menganiaya dirinya.
Dengan didampingi orang tua dan kerabatnya, Fia membuat laporan polisi ke Polres Karawang. Karena orang tua dan keluarga korban juga merasa tidak terima dengan perlakuan Fahmi.
Wawan (29), warga Dusun Jungkalang Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari, mengaku mengantar tetanggnya untuk membuka LP ke Polres Karawang, atas terjadinya KDRT kepada anak perempuan Asep Rohmatin. Menurutnya, pihak keluarga sangat berharap apa yang dilakukan oleh Fahmi bisa diberikan sanki yang setimpal. "Saya dan orang tua korban, membuka LP ke Polres Karawang," ujar Wawan,  kepada Radar Karawang, Senin (18/9).
Ia menambahkan, pihak kepolisian Karawang menerima laporannya, karena apa yang dilaporkan sudah sangat memenuhi unsur perlakukan KDRT. Korbannya jelas, bekas kekerasannya juga masih sangat jelas di lengan bagian atas korban. "Alhamdulillah laporan sudah diterima," katanya.
Menurutnya, keluarga korban sangat tidak menerima dengan perlakuan suami anaknya yang telah melakukan penyiksaan. Bahkan atas kekerasan tersebut, korban terlihat sangat trauma atas kekerasan yang menimpanya. "Saya tidak menerima perlakuan Fahmi yang telah menyiksa anak saya, sampai-sampai beberapa bagian tubuh anak saya memar," ucap wawan menirukan pernyataan orang tua korban.
Apalagi, tambah Wawa, kondisi korban saat ini tengah hamil 8 bulan, sehingga kekerasan yang menimpanya bukan hanya mengancam korban, melainkan bisa mengancam keselamatan bayi yang ada didalam kandungannya juga. "Saya tidak akan menerima perlakuan ini, begitu orang tua korban bilang kepada saya" tambahnya.
Ia berharap, Kapolres Karawang bisa menindaklanjuti permasalahan tersebut dan bisa segera menangkap pelaku untuk segera diproses secara hukum. Menurutnya, ini juga menjadi pelajaran bagi seluruh warga Karawang, terutama bagi orang tua yang memiliki anak, baik yang sudah berkeluarga maupun yang belum berkeluarga. "Semoga Polres Karawang bisa menuntaskan kasus ini, kalau ini dibiarkan, nyawa korban bisa melayang," ujarnya.
Menyusul, informasi yang dihimpun Radar Karawang, kejadian KDRT tersebut terjadi pada hari Sabtu tanggal 16 September 2017, dengan tempat kejadian perkaranya di Kontrakan Budi yang beralamat di Jl HS Ronggo Waluyo, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur. (cr1)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template