Dedi Mulyadi Siap Mundur dari Golkar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dedi Mulyadi Siap Mundur dari Golkar

Dedi Mulyadi Siap Mundur dari Golkar

Written By ayah satria on Jumat, 29 September 2017 | 19.45.00

PURWAKARTA,RAKA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyatakan, siap mungundurkan diri dari jabatanya sebagai ketua DPD Golkar Jabar dan siap mundur sebagai Cagub Jabar dari Golkar jika tidak membawa kebaikan untuk partai berlambang pohon beringin.
"Sejatinya, pemimpin itu harus membuahkan kebaikan, baik kedalam maupun keluar institusi yang dipimpin. Kalau langkah saya dianggap tidak membawa kemajuan untuk Partai Golkar, saya siap lepas semuanya," ujar Dedi, Kamis (28/9).
Menurut Dedi, semua keluhan yang ia sampaikan dalam orasi di Kantor DPD Jabar terkait dimintai mahar Rp 10 miliar, sudah dia sampaikan juga sebelumnya ke DPP. "Bahkan ke ketua umum saya sudah lapor," tuturnya.
Selain itu, ia juga telah berkomunikasi dengan Dewan Kehormatan dan Dewan Pakar DPP Golkar. "Untuk memperkuat marwah organisasi, partai harus segera mengambil langkah organisasi, agar partai ini dipercaya di tengah-tengah elektabilitas partai yang terus menurun," ujar Dedi.
Terkait komunikasi yang telah dibangun dengan partai lain, Dedi menegaskan, tetap berjalan. "Komunikasi masih terus berjalan, dengan PDIP, Hanura, Gerindra dan yang lainnya. Saya ucapkan terima kasih," kata Dedi.
Sementara pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Firman Manan menilai, Dedi Mulyadi bisa menjadi pendulang suara PDI Perjuangan di Jabar baik untuk Pilpres 2019 maupun Pilgub Jabar 2018 jika kedepan tidak ada kejelasan dari partai Golkar. "Daripada usung calon sendiri yang belum matang, lebih baik usung sosok dengan survei popularitas dan elektabilitasnya sudah baik. Saat ini kan ada tiga sosok, Deddy Mizwar, Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi. Deddy Mizwar sudah berafiliasi dengan Gerindra, Ridwan Kamil sudah dengan poros Nasdem dan PKB. Tinggal Dedi Mulyadi yang punya potensi," ujar Firman melalui ponselnya.
Apalagi, jejak pilkada PDIP di Jabar kerap buruk seperti di Pilgub Jabar 2008 hingga 2013. Bahkan, pada Pilpres 2014 pun PDIP selalu gagal meraih hasil terbaik. Sehingga, PDIP perlu bertempur sekuat tenaga untuk memenangkan suara setelah sebelumnya kalah di Pilgub Banten dan DKI Jakarta. "Di Pilgub Jabar 2018 sangat penting bagi PDIP, karena akan berkorelasi dengan Pilpres 2019. PDIP perlu sosok figur yang bisa meningkatkan raihan suara. Karena Dedi Mulyadi figur potensial (untuk dulang suara PDIP), saya rasa dia berpeluang untuk diusung PDIP jika Golkar mengusung calon lain selain Dedi Mulyadi," ujarnya.
Artinya, kata Firman, nasib Dedi Mulyadi belum tamat jika Golkar mengusung Ridwan Kamil atau sosok lainnya. Malah, menurutnya itu bakal mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Bupati Purwakarta itu. "Dedi Mulyadi belum tamat meski Golkar ke yang lain. Karena saya lihat, dengan tingkat popularitas dan elektabilitas serta kemampuan komunikasi politiknya, Dedi kemungkinan diusung PDIP apalagi keduanya sudah berkomunikasi intensif dan PDIP belum punya figur potensial," ujarnya.
Nasib Dedi juga belum tamat meski tidak diusung PDIP. Poros lain di luar PDIP, Nasdem, Golkar dan PKB, Dedi juga bisa diusung poros lain seperti Demokrat. Atau bahkan Partai Gerindra. ?"Bisa ke Gerindra meski berat. Tapi bisa ke poros alternatif yang diusung Partai Demokrat. Tapi kan komunikasi yang lebih intensif dengan PDIP, apalagi PDIP bisa ngusung calon gubernur dan wakil nya karena sudah memenuhi kuota 20 kursi," pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template