Calon Mahasiswa FKIP Unsika 'Diculik' - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Calon Mahasiswa FKIP Unsika 'Diculik'

Calon Mahasiswa FKIP Unsika 'Diculik'

Written By Mang Raka on Sabtu, 02 September 2017 | 12.30.00

-Salah Masuk Toilet Fakultas, Wajah Dicorat-coret

KARAWANG, RAKA - Ada-ada saja perilaku yang disuguhkan oleh mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) saat Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).
Gara-gara salah masuk toilet fakultas, calon mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 'diculik' oleh panitia PKKMB dari Fakultas Hukum. Alhasi, wajah mahasiswa itu dipenuhi coretan. Peristiwa itu dialami Dedi Andrian, mahasiswa baru FKIP. Dirinya mengalami hukuman yang diberikan fakultas lain, saat diketahui menumpang ke kamar mandi di fakultas lain. Sialnya, hal itu diketahui panitia dari fakultas lain. Saat ditanya seputar akademis, dia tidak dapat menjawab. Alhasil, mahasiswa baru tersebut harus menerima konsekuensi hukuman dicoret wajahnya dengan spidol di hadapan mahasiswa baru lainnya. "Awalnya, saya pas mau ke kamar mandi di fakultas saya itu penuh. Karena ada teman yang saya kenal sama-sama mahasiswa baru cuma di Fakultas Hukum. Jadi saya numpang ke kamar mandi di Fakultas Hukum. Pas begitu keluar (dari toilet) sama temen, saya langsung disuruh masuk ke tempat PKKMB Fakultas Hukum, diberikan beberapa pertanyaan seputar kampus melalui game," terang mahasiswa baru dari SMAN 4 Karawang, itu kepada Radar Karawang.
Sialnya, kata Dani, ketika dirinya salah menjawab pertanyaan yang diberikan para panitia di Fakultas Hukum, wajahnya dicoret dengan spidol. "Saya kena hukuman, karena saat pertanyaan-pertanyaan dengan bermain game seperti itu, saya salah. Wajah sih dicoret dengan spidol, tapi saya itu sih tidak dianggap kasar. Jadi kita lebih berpikir lagi bahwa harus benar-benar belajarnya," ucapnya.
Hal senada disampaikan, Edgar Sder, mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, menurutnya tidak sedikit teman seangkatannya yang mengalami bentuk hukuman, karena salah memasuki fakultas lain. Bahkan, setiap paginya sering ada dinamika culik menculik mahasiswa baru fakultas lain. "Kalau pagi biasanya dari gerbang itu pas mau masuk (operasi penculikan). Tadi saja temen saya ada yang kena hukuman dicoret wajahnya, karena masuk ke kamar mandi fakultas lain," katanya.
Ketua Pelaksana PKKMB FKIP Rahmat Hidayat menyampaikan, bentuk hukuman tersebut tidak ada kontak fisik. Karena sebelumnya ada komitmen bersama antar fakultas. "Kalau ada mahasiswa baru kita di fakultas lain, itu langsung dikordinasikan. Karena sebelumnya ada komitmen juga. Terkait mahasiswa yang tadi kena hukuman dari Fakultas Hukum, jika itu tidak ada kontak fisik maka masih terbilang wajar," ucapnya.
Bahkan, kata dia, dalam bentuk pertanyaan yang digulirkannya pun, harus disesuaikan dengan basik jurusan yang nantinya digeluti. Salah satu contoh, untuk mahasiswa di fakultasnya, diberi beberapa pertanyaan seputar keguruan, hymne guru dan beberapa pertanyaan terkait kampus dan almamaternya. "Karena kami basik keguruan, jadi bisa dikasih pertanyaan atau melagukan hymne guru dan Indonesia Raya," katanya.
Dia memastikan, selama proses PKKMB fakultas berlangsung, belum ada temuan yang melampui batas. Hal tersebut masih terbilang wajar dalam dinamika kampus. "Sampai hari terakhir pun, masih belum ada yang kelewatan batas, karena kami ada tim pemantaunya juga," pungkasnya. (ian)


Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template