Asep Menghidupi Keluarga dengan Kardus - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Asep Menghidupi Keluarga dengan Kardus

Asep Menghidupi Keluarga dengan Kardus

Written By Mang Raka on Rabu, 27 September 2017 | 13.00.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Mencari penghidupan yang layak memang sudah menjadi orientasi manusia. Sementara menjadi pemulung bukan sebagai tujuan akhir namun keadaanlah yang memaksa itu semua terjadi.

Asep (59) sudah 20 tahun menggeluti pekerjaan sebagai pemulung. Setiap hari dia berjalan menarik gerobak becaknya yang sarat tumpukan kardus yang didapatnya dari sekitaran Perumnas Telukjambe. Warga Pakuncen Desa Sukaharja itu telah lama geluti dunia limbah. Bapak tiga anak dan dua cucu itu coba menapaki setiap jengkal jalan Kota Kabupaten Karawang demi mendapatkan limbah, baik limbah kardus, botol plastik, gelas mineral, besi bekas maupun limbah yang ada nilai jualnya.
Baginya mempunyai sikap gengsi justru akan membawa fatal bagi kehidupannya. Bahkan tuntutan keluarga menjadi pemicu bahwa dirinya mesti siap digulung oleh waktu dan keadaan. "Saya kadang berpikir sudah saatnya berhenti bekerja seperti ini. Padahal saya pun bisa menjadi petani, namun saya tidak memiliki ladang untuk berkebun. Saat ini kemampuan saya untuk mendapat uang cepat ya dari mencari limbah," ucap Asep, Selasa (26/9).
Asep pun membenarkan dirinya kadang tidak tahu dan memahami kapan akan berhenti waktu ketika tengah mencari limbah. Namun terhenti ketika memang saat adzan berkumandang, coba istirahatkan sambil berdoa. Kini dirinya tengah berharap adanya perubahan yang bisa membawa nya beralih fungsi menjadi petani. Hanya saja entah kepada siapa dirinya bisa mengusulkan perihal tersebut.
"Saya pengennya bercocok tanam menanam singkong ataupun ubi. Dulu saya pernah menanam singkong di lahan tidur di sekitaran bundaran dekat jembatan Citarum di ujung Poponcol sebelum berdirinya ratusan perumahan. Namun karena lahan orang lain, maka saat di butuhkan saya pun mesti hengkang dari bertani. Sekarang saya hanya bisa bekerja seperti ini, menjadi pemulung kardus bekas," terangnya.
Kini harapannya tertumpu ke anak bungsunya yang baru saja menyelesaikan sekolah SMA nya di salah satu sekolah negeri di Kabupaten Karawang. Dirinya pun berharap anak bungsunya itu tidak seperti dirinya hidup dalam kesusahan. "Kalau anak saya yang pertama dan kedua, mereka hanya lulusan SMP, dan kini hanya berjualan kecil-kecilan di masing-masing rumah kontrakannya. Tetapi alhamdulilah anak saya yang kecil sudah menyelesaikan sekolahnya di SMA. Bahkan anak saya bersikeras ingin kuliah," ucapnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template