Yasinan, Agustusan ala Desa Purwadana - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Yasinan, Agustusan ala Desa Purwadana

Yasinan, Agustusan ala Desa Purwadana

Written By ayah satria on Sabtu, 19 Agustus 2017 | 21.53.00

TELUKJAMBE, RAKA - Berbeda dengan di sejumlah wilayah Karawang yang merayakan Agustusan dengan beraneka lomba, perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, diawali dengan pengajian.
Kepala Desa Purwadana Endang Heryana mengatakan, pengajian yasin sebagai acara syukuran hari kemerdekaan di desanya dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Karena menurutnya, selain hasil perjuangan dari para pendahulu, kemerdekaan terwujud berkat rahmat Allah. "Sekuat apapun berusaha, kalau belum diridhai Allah maka tidak akan ada kemerdekaan," ujarnya menyemangati ratusan warganya yang mengikuti pengajian.
Dia menambahkan, kegiatan syukuran di desanya sempat tidak ada pada enam tahun terakhir. Sejak dirinya menjabat kembali, kemudian tradisi ini dilanjutkan lagi. Selain untuk mengenang dan mendoakan jasa para pahlawan pejuang kemerdekaan, kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan.
Sedangkan rangkaian kegiatan perayaan dan perlombaan, dilakukan di masing-masing dusun. Menurut Endang, hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kerjasama antara pengurus RT sampai pengurus RW. "Dengan begitu, kerjasama antara pengurus RT dan pengurus RW diharapkan terjalin lebih baik," ujarnya di hadapan ratusan warga.
Sedangkan Ketua Badan Permusyawaratan Desa Purwadana Lukman N Iraz mengatakan, nasionalisme masyarakat muslim sudah tidak diragukan lagi. Ini bisa dibuktikan dari kerelaan para ulama untuk menyetujui Pancasila sebagai dasar negara. "Padahal, sebagai mayoritas, bisa saja dasar negara kita Islam. Tapi para ulama pendahulu kita lebih mengedepankan persatuan. Jadi, Pancasila ini merupakan hadiah terbesar umat Islam kepada republik ini," ujarnya di hadapan warga yang mengikuti pengajian.
Karenanya, Lukman meminta masyarakat untuk tidak lagi mengungkit dasar negara karena merupakan hadiah istimewa para pendiri negeri ini untuk bangsa Indonesia. "Dari Pancasila ini kita bisa belajar, betapa para ulama ini sangat menghargai perbedaan. Ini warisan terindah yang harus sama-sama kita jaga," ujarnya.
Selain kegiatan pembacaan surat Yasin, acara ditutup dengan penyerahan tumpeng merah putih dari Kepala Desa Endang Heryana kepada Ketua BPD Lukman N Iraz yang disaksikan ratusan pasang mata jamaah pengajian. (rls/zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template