Warga Tamanmekar Merasa Belum Merdeka - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Tamanmekar Merasa Belum Merdeka

Warga Tamanmekar Merasa Belum Merdeka

Written By Mang Raka on Senin, 14 Agustus 2017 | 13.00.00

PANGKALAN, RAKA - Arti kemerdekaan yang sebenarnya itu haruslah dialami oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Namun kenyataannya tidak dengan yang dialami Cakem (62) nenek asal Kampung Purwajaya RT 003/02, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan ini. Dia hidup dalam kesulitan dan belum dapatkan perhatian pemerintah.

Janda tanpa anak itu bekerja serabutan dan hidup dari pemberian warga yang merasa iba pada dirinya. Yang disayangkan bahkan program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui bantuan-bantuan sosial sama sekali belum dirasakannya. Padahal Cakem inipun hidup sebatang kara di gubuknya.
Kondisi tempat tinggalnya pun sudah sangat mengkhawatirkan. Dengan ukuran rumah hanya 3X4 dan beralaskan tanah dengan dinding bilik dia mencoba menjalani hidup yang semakin hari dirasakan sangat kesusahan. Selama ini untuk bertahan hidup dia bantu-bantu warga yang sengaja meminta bantuannya. Tak jarang ada pula warga sekitar yang iba dan memberi sedekah seadanya.
Seperti diakui Cakem, sering ada warga yang datang dan sengaja memberinya sedekah. Bahkan belum lama ini ada tokoh pemuda dari organisasi kemasyarakat yang menemuinya dan memberinya bantuan. "Saya sangat berterimakasih kepada warga yang sudah mau berkunjung dan melihat kondisi saya. Harapan saya kedepannya pemerintah bisa memperhatikan saya sebagai warga yang tidak mampu," ungkapnya, kemarin.
Sementara Agung (38) tokoh pemuda Desa Tamanmekar yang juga Ketua Lodaya Korcam Kecamatan Tegalwaru, disinggung makna kemerdekaan, menyampaikan arti dari kemerdekaan yang sebenarnya itu jika melihat fakta yang sedang terjadi belum mendapatkan hasilnya dan belum dijalankan secara penuh oleh Pemerintah dan Penguasa Negeri serta orang kaya negeri ini, walaupun semuanya sudah tertulis baik di kitab Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang, Peraturan Menteri bahkan sampai Visi dan Misi Perusahaan – perusahaan para konglomerat negera, serta segala instansi – instansi di negara ini tetap saja warga miskin seperti Ibu Cakem masih banyak.
"Sudah saya sebutkan jelas kita ketahui bahwa di Indonesia saat ini sudah banyak terjadi ketimpangan – ketimpangan. Baik ketimpangan sosial, hukum dan perundang – undangan. Diantaranya yaitu masih dijumpainya penyerobotan tanah, penggusuran, perampasan hak atas harta benda dan penghilangan nyawa di berbagai daerah di Indonesia, dan kurang peduli terhadap kaum miskin," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template