Warga Karawang Tunggu Jawaban KLH - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Karawang Tunggu Jawaban KLH

Warga Karawang Tunggu Jawaban KLH

Written By Mang Raka on Senin, 21 Agustus 2017 | 12.00.00

*Bupati Purwakarta Diminta Kerjasama Atasi Pengusaha Nakal

KARAWANG, RAKA - Kasus pencemaran Sungai Cilamaya yang dilakukan pengusaha-pengusaha asal Kabupaten Purwakarta dan Subang semakin melebar. Bahkan saat ini kasus tersebut sudah menggelinding ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), setelah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang menyampaikan hasil uji laboratorium air sungai itu ke kementerian tersebut.

Pemerintah Karawang sendiri saat ini belum berpikir untuk melakukan upaya peringatan secara langsung kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan Subang agar melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap pengusaha-pengusaha nakal pembuang limbah pabrik di wilayah masing-masing. Termasuk dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang dinilai tidak mampu mengantisipasi dugaan pencemaran limbah cair yang mengaliri Sungai Cilamaya Karawang.
Pasalnya, Sejumlah perusahaan industri yang beroperasi di Kabupaten Purwakarta masih membuang limbah cair tanpa melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL). "Ini bukan sekali ini saja terjadi tapi sudah belasan tahun limbah industri yang berasal dari Purwakarta mencemari sungai di Karawang. Seharusnya Dedi Mulyadi sebagai bupati selama dua periode itu sudah bisa menindak mereka yang membuang limbah beracun. Tapi karena limbahnya mengalir ke sungai di Karawang jadi terkesan dibiarkan saja selama dia menjabat," kata Ketua LSM Lodaya, Nace Permana, Minggu (20/8) kemarin.
Menurut Nace, Dedi Mulyadi yang bakal mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur Jawa Barat seharusnya bisa menarik simpati masyarakat Karawang dengan menindak tegas perusahaan-perusahaan nakal yang membuang limbah beracun. "Pelakunya ada di Purwakarta tapi korbannya ada di Karawang, seharusnya sebagai bupati Dedi segera bertindak untuk melindungi warga Karawang. Apalagi dia mau maju menjadi calon gubernur Jawa Barat harusnya warga Karawang dibantu agar bersimpati terhadap beliau," ungkap Nace.
Nace menegaskan, kasus pembuangan limbah beracun ke sungai Cilamaya merupakan tanggung jawab Dedi Mulyadi sebagai orang nomor satu di Purwakarta. Dia memiliki kewenangan untuk menindak perusahaan-perusahaan industri yang membuang limbah beracun. "Jangan karena korbannya ada di Karawang lalu dibiarkan begitu saja apalagi ini sudah terjadi belasan tahun," pungkasnya
Sebelumnya aktivis Lingkungan Hidup H Dian Nugraha menyampaikan, sudah berkali-kali kasus pencemaran sungai cilamaya terjadi dan sampai sekarang belum pernah ada keputusan yang jelas. Meski undang-undang mengatur bahwa perusahaan pencemar lingkungan bisa dijerat hukuman pidana dan denda miliaran rupiah, tetapi di Karawang kenyataannya belum pernah ada perusahaan yang sampai didenda apalagi dipidana.
Untuk Dian menegaskan, terkait laporan hasil uji lab air sungai Cilamaya yang tercemar ke Kementerian Lingkungan Hidup oleh Dinas Lingkungan Hidup Karawang, pihaknya berjanji akan terus mengawal kasus tersebut. Menurutnya, biasanya saat sudah ramai dipermukaan, perusahaan perusak lingkungan baru sibuk untuk memperbaiki ipalnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template