Transportasi Online Bikin Gerah 700 Sopir Angkot - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Transportasi Online Bikin Gerah 700 Sopir Angkot

Transportasi Online Bikin Gerah 700 Sopir Angkot

Written By ayah satria on Selasa, 01 Agustus 2017 | 17.16.00

KARAWANG, RAKA - Keberadaan transportasi di kota-kota besar kini merambah ke Kabupaten Karawang. Seperti di kota lainnya, keberadaan mereka juga membuat gerah sopir angkutan umum di Kota Pangkal Perjuangan.
Setelah menumpuk rasa kesal, akhirnya 700 sopir angkot mogok. Mereka berunjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Karawang, menuntut agar transportasi online itu dilarang beroperasi. Bukan hanya itu, para sopir juga meminta pemerintah menindak mobil odong-odong, bus karyawan yang seenaknya menurunkan penumpang, dan melarang anak sekolah membawa kendaraan roda dua ke sekolah.
Ketua Paguyuban Angkutan Umum Karawang (PPAK) Endang Sahroni menyampaikan, pihaknya merasa dirugikan dengan keberadaan ojek dan taksi berbasis aplikasi tersebut. "Adanya transportasi online sebanyak 80 unit, sangat terasa dan merugikan bagi kami. Kami minta agar pemerintah menindaklanjuti persoalan ini," terangnya saat selesai berorasi kepada Radar Karawang, Senin (31/7).
Seorang sopir angkot yang ikut unjuk rasa, Tobing (54) menyampaikan, jika pemerintah daerah peduli dengan nasib para sopir angkot, maka transportasi online harus ditindak. "Kita mah ingin ada penertiban saja, karena sudah dirugikan," terangnya.
Asisten Daerah 1 Samsuri menyampaikan, dalam pertemuan dengan beberapa anggota perwakilan sopir angkutan umum, dirinya tidak keberatan jika angkutan online di Kabupaten Karawang ditindak. Saat ini pihaknya telah membentuk tim yang dibuat agar dunia transportasi bisa tetap kondusif. "Di Karawang saat ini tidak diperbolehkan transportasi online. Dari hasil pertemuan kita memperoleh kesepakatan, yang pertama untuk mengatasi online kita bentuk tim melibatkan rekan perwakilan paguyuban pengemudi," terangnya.
Ia melanjutkan, jika terjadi penyimpangan di lapangan, Satlantas Polres Karawang sudah siap bergerak. Termasuk menutup tempat modifikasi mobil odong-odong, karena spesifikasi kendaraan tidak boleh diubah. "Aturan bus karyawan kita akan tegaskan kembali. Dishub sudah menyanggupi langkah-langkah untuk tindakan. Dan sudah ada keputusan bupati yang menentukan rute-rute bagi kendaraan karyawan. Mengenai anak sekolah kita sudah lakukan (larangan mengendarai sepeda motor), seperti di SMAN 1 Karawang," terangnya.
Sementara itu, aksi mogok sopir angkot ternyata berdampak pada masyarakat. Andri (16) warga Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, misalnya. Dia sempat bingung pulang sekolah karena mendengar sopir angkot mogok beroperasi. "Tapi Alhamdulillah, setelah jam pulang sekolah ternyata angkot sudah ada lagi," ujarnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template