Tertipu Program Prona, Puluhan Juta Melayang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tertipu Program Prona, Puluhan Juta Melayang

Tertipu Program Prona, Puluhan Juta Melayang

Written By ayah satria on Selasa, 29 Agustus 2017 | 15.36.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Gara-gara tergoda oleh program nasional bidang pertanahan atau Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), masyarakat dan kepala Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, mengaku teripu oleh oknum pensiunan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) yang sekarang berganti nama menjadi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) berinisial HE, yang menawarkan diri sebagai mediator dalam pengurusan program tersebut.
Namun, janji tinggalah janji. Meski sudah membayar uang puluhan juta, sertifikasi Prona yang seharusnya gratis itu justru tidak pernah terealisasi. Janji pengukuran tanah pada bulan April pun sampai sekarang tidak terjadi. Alhasil, kantor Desa Kertasari didatangi sejumlah masyarakat, mereka menanyakan kejelasan program tersebut. Mereka menuduh pemerintah desa lamban menangani persoalan itu. Di sisi lain, pemerintah desa juga merasa teripu oleh HE.
Seorang warga yang merasa dirugikan, H Suhendar mengaku sudah membayar sejumlah uang kepada pemerintah desa sebesar Rp 68 juta, untuk menyelesaikan 34 bidang tanahnya. Namun, dari janji yang pernah dilontarkan paling lambat bulan April, sampai saat ini belum terealisasi. "Kami sudah nunggu lima bulan, tapi mana? Sampai saat ini belum terealisasi," katanya, Senin (28/8) kemarin.
Dalam pertemuan di kantor desa tersebut, ada beberapa warga yang meminta uangnya dikembalikan dan memutuskan mundur dari program Prona. Sementara Kepala Desa Kertasari Irham Abdul Aziz mengaku juga tertipu oleh HE. Awalnya pensiunan Dispenda itu menawarkan program Prona agar segera dilaksanakan di Desa Kertasari. Pelaku berhasil meyakinkan kades, karena mengaku sebagai mediator dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN). "Ia mengaku dari pihak BPN, dan begitu saja saya langsung percaya dan mengikuti persayaratan yang dia ajukan," akunya kepada Radar karawang.
Ia mengaku juga merasa tertipu, setelah program yang dijanjikan HE tidak kunjung terealisasi. Dia berjanji akan segera membereskan permasalahan tersebut secepatnya. "Sebelumnya saya gak pernah melakukan program ini, jadi saya merasa ketipu. Soalnya saya pernah dua kali mendatanginya (kontrakan HE) tidak pernah berada di tempat. Akibatnya masyarakat menyalahkan saya. Tapi saya akui ini semua akan menjadi tanggung jawab saya sebagai kepala desa," ujarnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template