Ternak di Cilamaya, Nyari Rumput ke Subang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ternak di Cilamaya, Nyari Rumput ke Subang

Ternak di Cilamaya, Nyari Rumput ke Subang

Written By ayah satria on Selasa, 29 Agustus 2017 | 15.54.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Peternak domba di sekitaran Kecamatan Cilamaya Wetan mengeluhkan semakin langkanya rumput sebagai pakan ternak. Bahkan, demi mendapatkan rumput, para peternak harus rela mencarinya ke Perum Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang. Jika tidak, harus membeli.
Peternak domba di Desa Cilamaya, Yayan S Mulyana mengatakan, hewan kurban setiap tahun sulit stabil karena rumput semakin sulit didapat. Bahkan saking langkanya, selama dua tahun terakir sudah banyak penjual rumput yang mematok harga Rp 35 ribu per karungnya. Jika enggan mengeluarkan uang, para peternak harus siap menguras waktu dan tenaga nyebrang ke wilayah Subang yang jaraknya lebih daru 10 kilometer untuk mendapatkan rumput yang melimpah di sekitaran Perum Balai Pertanian Sukamandi.
Sementara, kebutuhan pakan rumput untuk 4 domba bisa menghabiskan satu karung dalam sehari. "Bisa dibayangkan biaya untuk sekedar membeli rumput saja," ungkapnya.
Lebih lanjut Yayan menambahkan, bukan berarti di Cilamaya tidak ada rumput, namun demi kesehatan ternak, kadang-kadang rumput di pinggiran sawah saat ini sudah terkontaminasi pestisida kimia. Akibatnya, selain mengancam kesehatan domba, juga bisa menghambat pertumbuhannya, bahkan dombanya bisa mati secara riba-tiba.
Pria berkumis ini menambahkan, biasanya pembeli domba kurban memilih menitipkan dulu sampai hari tasyrik (hari yang dianjurkan memotong hewan kurban). "Berjualan juga harus merogoh kocek untuk membeli belasan karung rumput dengan biaya yang tidak sedikit," ujarnya.
Diakuinya, musim kemarau seperti sekarang ini makin sulit mendapatkan rumput. Tak jarang para peternak mencari ampas tahu di pasar atau pabrik tahu. Itupun kalau tidak ada harus beli, sebab ampas tahu juga dihargai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per karungnya.
Pendamping ternak domba dari kelompok ternak di Dusun Wagir, Kecamatan Cilamaya Kulon, Bagus mengungkapkan, rumput di pinggiran sawah kurang bagus dan tidak steril. Selain jadi sasaran polusi kendaraan bermotor, juga sesekali jadi sasaran pestisida, karena disamakan dengan ilalang. Sehingga zat kimia yang masuk ke dedaunan rumput ini bisa membahayakan kambing yang mengkonsumsinya.
Pendamping asal Institut Pertanian Bogor ini menambahkan, kalau mau selektif memilihnya dari pucuk-pucuk baru. Karena rumput yang dikonsumsi domba haru steril. Bukan saja bagi kesehatan dombanya, tapi juga untuk konsumen dagingnya. "Ya memang rumput di sawah itu kurang baik, karena di Karawang ini banyak yang semprot sawah pada usia tanam padi," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template