Telantar di Batam TKW Purwakarta Akhirnya Pulang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Telantar di Batam TKW Purwakarta Akhirnya Pulang

Telantar di Batam TKW Purwakarta Akhirnya Pulang

Written By Mang Raka on Kamis, 03 Agustus 2017 | 13.30.00

PURWAKARTA,RAKA - Tuti, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Purwakarta, yang bekerja di Malaysia, akhirnya bisa pulang ke kampung halaman di Kampung Bendul, Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani. Tuti kini bisa kembali berkumpul dengan keluarganya setelah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, menugaskan bawahanya untuk segera menjemput janda satu anak tersebut.
Tuti yang merupakan warga Kampung Bendul RT 13/04 itu, sempat viral disosial media lantaran terlantar di Batam. Diduga dirinya sengaja dibuang sang majikan di Negeri Jiran. "Iya sudah kami jemput kemarin dan sekarang sudah ada di rumahnya,'' singkat tim yang menjemput Tuti, Lalam Martakusuma, Rabu (2/8).
Meski begitu, Tuti enggan menceritakan secara jelas terkait nasib nahas yang menimpa dirinya. Hanya saja, saat ini ia mengaku sangat bersyukur sudah berhasil pulang dengan selamat. "Alhamdulilah bisa kumpul bareng keluarga lagi," terang Tuti.
Sementara menurut keterangan Udin Tarhudi (75), orangtua Tuti, bahwa anaknya sudah pergi dari rumah sejak dua tahun silam. Tuti, kata Udin, diajak salah satu sponsor asal desa tetangga untuk diperkerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Negeri Jiran. "Namun saya dapat kabar bahwa Tuti terlantar karena dibuang majikan ditempat ia bekerja. Untungnya ada orang yang peduli sama Tuti lalu mengurusnya selama berada di Batam,"  terangnya.
Udin mengatakan, kepergian Tuti untuk bekerja sebagai PRT, bukan kali pertama berangkat keluar negeri. Sebelumnya kata ia, Tuti juga sudah tiga kali pulang pergi mencari rezeki di Timur Tengah.  "Ke Saudi Arabia sudah 3 kali, terus sempat nganggur di rumah selama berbulan-bulan lalu berangkat lagi bekerja di Malaysia,''kata Udin.
Meski begitu, Udin enggan mempersoalkan pihak soponsor yang telah mengakibatkan anak ke 5 nya hingga telantar. Hanya saja kedepan ia akan melarang keras Tuti untuk kembali bekerja di luar negeri. "Ya kedepan gak boleh dia pergi, biar cari nafkah di sini saja,'' ujar Udin. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template