Sungai Cilamaya Makin Pekat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sungai Cilamaya Makin Pekat

Sungai Cilamaya Makin Pekat

Written By Mang Raka on Selasa, 08 Agustus 2017 | 12.00.00

*Bau Zat Kimia Tercium Hingga Radius Puluhan Meter

CILAMAYA WETAN, RAKA - Kenakalan pengusaha Purwakarta, Subang dan Karawang membuang limbah industrinya selalu nampak di musim kemarau. Wilayah hilir Karawang dan masyarakatnya yang rutin setiap tahun terkena imbasnya, selain Sungai Cilamaya yang semakin pekat airnya dikala surut, Kali Bawah juga mulai nampak menghitam.

Saat ini warga disekitar bantaran Sungai Cilamaya dirudung rasa was-was. Mereka khawatir pencemaran Sungai Cilamaya akan berimbas terhadap kesehatan air sumur mereka yang terancam terkontasminasi. Apalagi jika mencermati kondisi terkini sungai tersebut aroma zat kimia sudah tercium hingga radius puluhan meter.
Ketua RT O5/07 Dusun eretan utara Desa Cilamaya, Nana mengatakan, Kali Cilamaya kembali menghitam semingguan terakhir, selain jadi buangan limbah pabrik di wilayah Purwakarta, Kali Cilamya di hilir ini juga menjadi sasaran buangan limbah sejumlah pabrik di wilayah Subang dan Cikalong, sehingga kadar kontaminasinya cukup tinggi lebih dari pintu air Barugbug sendiri.
Akibatnya, masyatakat khususnya dibantaran kali dan sekitarnya, sering terimbas aroma bau kimia pekat hingga bukan tidak mungkin mengancam kesehatan masyarat, utamanya anak- anak. Bahkan sambung Nana, air MCK yang didapat meskipun bening tetapi beraroma bau dialami beberapa warga akhir - akhir ini, meskipun tidak dikonsumsi, air keran yang digunakannya itu untuk keperluan mandi, cuci baju dan piring saja bisa mengancam kesehata masyarakat. Entah keluh Nana, sampai kapan penindakan industri pembuang limbah ini diakhiri, karena masyarakat Cilamaya dihilir ini adalah lokasi terparah menerima segudang kiriman air sungai setelah melintasi beberapa pabrik lintas kabupaten tersebut. "Airnya hitam pekat, jelas terlihat setiap musim kemarau" ujarnya.
Senada dikatakan Kaur Trantib Desa Cilamaya, Wahyu Aprianto, dirinya tinggal juga tidak jauh dari sungai Cilamaya. Saat siang hari dan malam bahkan sesekali angin berseliwir, aroma bau kimia begitu menyengat hingga radius 20 meter, bahkan bisa mengurangi nafsu makan masyarakat sekitar.  Sebulan sebelumnya, air sungai sempat agak bening, namun seminggu terakhir hitam lagi.
Kondisi ini selalu terjadi setiap tahun dan tidak ada penindakan yang berarti dari Pemkab maupun Pemprov Jabar, pasalnya upaya pemerintah desa mulai dari dialog dan demo sudah dilakukan dari dulu, namun kejadian ini terus berulang, air limbah saat musim penghujan tidak begitu nampak, tapi saat kemarau saat ini, sangat jelas kenakalan pabrik-pabrik itu membuang limbah sembarangan. "Airnya sudah lama tidak dipakai lagi pesawahan, orang ini terus jadi masalah tahunan yang tanpa penindakan
," keluhnya.
Wahyu menambahkan, menjaga kesehatan akibat aroma tidam sedap, masyarakat di 3 Dusun dan 8 RT di Desa Cilamaya sudah disosialisasikan agar selalu menggunakan masker, sementara anak- anak jangan dibiarkan terlalu lama di luaran, karena bukan tidak mungkin penyakit gangguan pernafasan, diare, kulit dan lainnya mengintai. "Ada sekitar 150 jiwa yang tinggalnya tak jauh dari sungai cilamaya, mereka kita arahkan agar jaga kesehatan," ujarnya.
Lebih jauh Wahyu berharap, penindakan atas pabrik pembuang limbah ini dipertegas lagi, karena yakin aturan dan sanksinya tidak pernah kurang dan ada, namun pemerintah jangan ragu berupaya dengan konkrit menyetop pabrik yang masih membuang limbah ke sungai cilamaya, apalagi ini sudah mencemari lingkungan. Masyarakat sebut Wahyu, selalu mengeluh dan pemerintah desa yang lagi- lagi terkena imbasnya. "Tolonglah ditindak tegas. Jangan cuma gertak sambel doang, masyarakat kita yang merasakan susahnya setiap tahun, masa tidak bisa diselesaikan, kan aturan dan sanksinya sudah ada," pungkasnya.(rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template