Siswa SDN Pasirawi 1 Takut Disuntik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Siswa SDN Pasirawi 1 Takut Disuntik

Siswa SDN Pasirawi 1 Takut Disuntik

Written By ayah satria on Rabu, 02 Agustus 2017 | 21.15.00

RAWAMERTA, RAKA - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Balongsari, Kecamatan Rawamerta, melakukan imunisasi campak dan rubella di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasirawi 1, Selasa (1/8) pagi kemarin. Hal tersebut dilakukan, sebagai realisasi kampanye measles dan rubella.
Hari pertama pelaksanaan imunisasi campak dan measles rubella MR dilakukan di SDN Pasirawi 1, Desa Pasirawi. Sebanyak 341 siswa SD diimunisasi oleh pihak puskesmas. Sejumlah siswa terlihat tegang, ketakutan akan disuntik imunisasi, bahkan ada pula yang menangis histeris enggan diimunisasi. Virus MR dapat menyebabkan cacat bahkan kematian, terutama kepada ibu hamil pada triwulan pertama.
Ketua pelaksana imunisasi MR Puskesmas Balongsari, Aisyah, mengatakan, imunisasi campak dan MR tersebut akan dilakukan selama 12 hari berturut-turut di seluruh SDN yang berada di wilayah Puskesmas Balongsari, meliputi Desa Balongsari, Desa Sekarwangi, Desa Mekarjaya, dan Desa Purwamekar. Dan untuk siswa yang tidak diimunisasi di sekolah, pihaknya akan melayani di puskesmas secara langsung. "Pelaksanaan kegiatan imunisai ini akan terus berlangsung selama 12 hari berturut-turut, adapun siswa yang tidak hadir saat ini akan dirujuk langsung ke puskesmas agar semua siswa bisa ikut imunisasi," katanya, kepada Radar Karawang.
Dibantu dengan beberapa staf Puskesmas Balongsari, kegiatan tersebut tidak berlangsung lama, mengingat siswa sekolah pun bisa dikondisikan dengan baik dan menyadari bahayanya virus MR.
Kepala Unit Pelaksana Daerah Puskesmas Balongsari, dr. Tri Lestari Budi Utami, mengatakan, virus MR merupakan virus yang dapat menyebabkan cacat permanen hingga kematian yang dapat menyerang semenjak di dalam kandungan atau ibu hamil, dan menyerang balita usia 9 bulan hingga remaja umur 15 tahun. Namun, untuk imunisasi kali ini, dilakukan untuk umur 9 bulan hingga 15 tahun. "Saya rasa imunisasi ini dianggap penting untuk mencegah penyebaran virus campak yang sering menyerang anak-anak," ungkapnya.
Menurut salah satu siswa kelas 6, Ilham dan Andrean, mengaku takut dengan suntikan, namun serangan virus tersebut dianggap lebih menyeramkan daripada rasa sakit yang dapatkan kali ini ketika disuntik. Daripada kabur, ia mengaku mending mendapatkan rasa sakit terlebih dahulu, mengingat hal ini juga demi kesehatan tubuhnya juga. "Saya memang takut ke jarum suntik, tapi mending ngelawan jarum suntik daripada harus kena virus tersebut, yang penting sehat," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template