Sekolah Terbuka Bisa Mematikan PKBM - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sekolah Terbuka Bisa Mematikan PKBM

Sekolah Terbuka Bisa Mematikan PKBM

Written By ayah satria on Sabtu, 05 Agustus 2017 | 12.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Dibukanya pendaftaran siswa baru SMA Terbuka di 29 SMA negeri tanggal 1 sampai 30 Agustus, ternyata membuat resah pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menggarap sekolah Paket C. Mereka khawatir keberadaan sekolah itu, bisa membuat pendidikan non formal yang mereka kelola gulung tikar.
Pengelola PKBM Al Muhajirin Desa Lemahabang Ujang Rohman S.PdI mengatakan, pada dasarnya juknis dari dibukanya SMA Terbuka belum didiskusikan lebih lanjut. Namun, SMA Terbuka yang pendaftarannya di sekolah induk, kesannya mengikis peran sekolah swasta bahkan pendidikan non formal seperti Paket C. "Jika dibuka dan kemudian anak belajar di kegiatan belajar mengajar yang belum jelas seperti di majelis taklim atau rumah-rumah warga, untuk apa ada bangunan PKBM yang selama ini mengelola Paket C," ujarnya kepada Radar Karawang, Jumat (4/8) kemarin.
Menurutnya, sekolah terbuka ini harus dievaluasi. Karena Paket C meskipun non formal, sama haknya seperti sekolah formal. Seperti mendapatkan BOS, masuk data Dapodik, dan sistem pembelajarannya. "Kalau semua SMA membuka, buat apa ada sekolah swasta dan Paket C yang kita kelola," keluhnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, terlepas apakah ada SMA Terbuka atau tidak, yang jelas program Karawang Cerdas bisa terganggu. Karena saat dia hendak menjaring siswa yang drop out di desa dan SMA, pihaknya kesulitan dan cenderung banyak pihak yang menutup mulut. "Karawang Cerdas yang dianggarkan Rp 5 miliar saja kita kesulitan menjaring siswa," ujarnya.
Dibukanya SMA Terbuka, kata Ujang, pemerintah seolah tidak percaya dengan kualitas PKBM. Padahal pendidikan non formal bukan pendidikan main-main. Sebab hak warga belajar juga sama. "Ya kita dikesankan tidak ada kepercayaan saja dari pemerintah," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala SMAN 1 Telagasari Hj Ai Hujaimah mengatakan, sekolahnya bersama SMA negeri lainnya menjadi induk untuk SMA Terbuka. Bagi anak-anak usia maksimal 21 tahun, dipersilahkan daftar terhitung mulai awal hingga akhir Agustus ini. Adapun tempat kegiatan belajar mengajar bisa di majelis dan rumah- rumah, pihak SMA induk hanya memfasilitasi saja untuk pendaftarannya. Semuanya ditanggung pemerintah selama proses belajar. Karena hanya dua sampai tiga kali seminggu. "Bagi yang kemarin gagal seleksi PPDB, masih bisa melanjutkan di SMA Terbuka. Mangga bagi yang mau daftar, pihak kami memfasilitasinya," kata mantan pengawas SMA ini. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template