Sekolah Terbuka Ada di 29 SMA Negeri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sekolah Terbuka Ada di 29 SMA Negeri

Sekolah Terbuka Ada di 29 SMA Negeri

Written By ayah satria on Kamis, 03 Agustus 2017 | 14.00.00

TEMPURAN, RAKA - Jika tiga tahun terakhir hanya 3 SMA saja yang membuka sekolah terbuka yaitu SMAN Telukjambe, SMAN 1 Jatisari dan SMAN 1 Rengasdengklok, tahun ini, semua SMA Negeri di karawang membuka pendaftaran SMA terbuka mulai 1 - 31 agustus ini. Hal itu didasari atas SK Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor 423.1/23591-set.Disdik yang terbit sejak 18 Juli lalu.
Kepala SMAN 1 Tempuran, H Dudi Mulyadi SY mengatakan sebanyak 28 SMA negeri membuka sekolah jarak jauh tahun ini, dimana satu diantaranya adalah SMA swasta yaitu SMA PGRI Cikampek dikotabaru. Semuanya memulai pendaftaran pada 1 Agustus hingga akhir Agustus ini, itu sambung Dudi, diperuntukan bagi calon siswa dengan umur maksimal 21 tahun.
Pihak SMA induk menjadi lokasi pendaftarannya, dimana siswa yang masuk akan dibiayai sama dari Bos dan Bpmu provinsi. Bahkan masuk daftaran Dapodik di SMA induknya meskipun sambung Dudi, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) nya disesuaikan dengan keinginan siswanya diluar SMA induk atau akrab disebut Tempat Kegiatan Belajar (TKB) yang fleksibel seperti rumah, majelis maupun kantor. Sebab, sekolah terbuka atau jarak jauh ini pembelajarannya hanya 2 - 3 kali dalam seminggu dan semuanya sudah disosialisasikan. "Bersama SMA lainnya, Tempuran siap menerima pendaftaran dari calon siswa SMA terbuka ini," katanya.
Dudi menambahkan, SMA terbuka ini sebenarnya sudah berjalan 3 tahun terakhir yang sampelnya di 3 SMA, namun kebetulan tahun inj diterapkan kesemua SMA se Karawang. Karen target se Jawa barat, di proyeksikan bisa menjaring 40.500 siswa SMA terbuk ini. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan Paket C nya tidak perlu khawatirkan atas keberadaan sekolah terbuka ini, sebab siswa pendaftat djbatasi usianya dengan jumlah pelajaran 16, karena diharapkan memang tidak ada lagi anak putus sekolah. SMA yang diplot mengadakan SMA terbuka ini tidak bisa menolak program ini, sebab jika menolak wajib membuat pernyataan penolakan yang rumit lagi. "Sudah berjalan di semua SMA tahun ini, tidak sembarangan menolak program," ungkapnya.
Senada dikatakan Kepala SMAN Cilamaya, R Eman Sulaeman SPd, sama seperti sekolah lainnya, pihaknya juga membuka pendaftaran SMA terbuka sebulan ini, meskipun hari efektif belajar bagi kelas reguler, namun pendaftaran ini diperuntukan bagi calon siswa dengan batasan-batasan tertentu, seperti usia, sistem belajar dan tempatnya. Juknis dan surat keputusanya sudah ada disemua SMA. Karena selain Karawang, 586 SMA lainnya di Jawa Barat juga membuka pendaftaran yang sama.
Karenanya, penting diketahui semua elemen masyarakat, pihaknua turun langsung mensosialisasikannya kepada para kepala desa agar jika ada anak yang putus sekolah, atau drop out bisa melanjutkan dengan batasan usia masih kurang dari 21 tahun. "Kita sosialisasikan langsung ke para kades agar diteruskan ke masyarakatnya," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template