Rumah Tempat Bung Karno Diculik Mulai Dilupakan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Rumah Tempat Bung Karno Diculik Mulai Dilupakan

Rumah Tempat Bung Karno Diculik Mulai Dilupakan

Written By ayah satria on Minggu, 20 Agustus 2017 | 12.00.00

Sepi Pengunjung, Ditelantarkan Pemerintah

RENGASDENGKLOK, RAKA - Jangan lupakan sejarah. Pesan Bung Karno. Dan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Tapi itu tidak berlaku bagi Rumah Sejarah di Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok.
Rumah milik Djiauw Koe Siong yang dijadikan tempat 'penculikan' sang dwi tunggal Soekarno dan Mohammad Hatta, sebelum mendeklarasikan kemerdekaan Republik Indonesia, kini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Bahkan bisa disebut sepi pengunjung. Selain masyarakat biasa, hanya segelintir saja aparatur pemerintah yang singgah dan menyempatkan diri untuk berkunjung di rumah tersebut.
Dikatakan Yanto (46), cucu dari Djiauw Koe Siong, dibandingkan tahun sebelumnya, rumah sejarah saat ini sepi pengunjung. Euforia kemerdekaan tidak lagi nyaring terdengar. Hal tersebut dikhawatirkan berdampak kepada generasi berikutnya, sehinggadapat mengikis jiwa patriot yang mulai mengendur. "Untukagustusan sekarang tidak seramai Agustus sebelumnya, jauh berbeda," katanya kepada Radar Karawang, Sabtu (19/8).
Dia tidak tahu penyebabnya secara pasti. Padahal, setiap kali menjelang perayaan HUT RI, pihaknya tidak pernah absen merenovasi bangunan bersejarah tersebut. Terlebih, selama proses renovasi, dia selalu menggunakan dana pribadi. Hal itu dilakukan demi kenyamanan dan keamanan para pengunjung yang ingin napak tilas sang pendiri bangsa menyusun teks proklamasi.
Dia berharap rumah sejarah ini bisa terus dilestarikan dan dipertahankan, agar jasa-jasa para pahlawan terdahulu bisadikenang dan diambil hikmahnya. Dirinya meminta perhatian kepada Pemerintah Kabupaten Karawang. Seperti pengelolaan dan perawatan, agar saksi bisu perjalanan bangsa ini tetap terjaga hingga generasi seterusnya.
“Untuk perawatannya saja kita memakai dana pribadi. Untuk saat ini bantuan pemerintah daerah minim, dan bahkan terkesan tidak ada. Padahal rumah sejarah ini milik kita bersama, yang harus dijaga dan bisa terus dipertahankan,”ujarnya.
Hal senada dikatakan Ade Junaedi, seorang penjaga rumah sejarah. Setiap menjelang HUT RI, dirinya selalu disibukkan dengan berbagai jenis persiapan. Mulai dari bersih-besih, perawatan dalam maupun luar rumah sejarah. Namun, untuk saat ini dia lebih banyak berdiam diri di belakang rumah, karena pengunjungnya dinilai sepi. “Kalau dulu mah kita sibuk banget. Sampai-sampai saya mengajak istri untuk ikut serta membantu segala keperluan yang dibutuhkan mempersiapkan HUT RI. Sekarang mah sepi banget,” ujarnya.
Untuk renovasi rumah sejarah, kata dia, dari tahun ke tahun Pemerintah Kabupaten Karawang belum memberikan bantuan. Buktinya, untuk pemagaran saja dibangun oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Akses jalan yang sebelumnya becek sekarang sudah dicor, bak penampungan air pun hasil bantuan dari luar. “Saya harap Pemerintah Kabupaten Karawang bisa ikut berpartisipasi dalam membangun, merenovasi dan biaya perawatannya,” pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template