Puskesmas di Batujaya Mirip Rumah Hantu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Puskesmas di Batujaya Mirip Rumah Hantu

Puskesmas di Batujaya Mirip Rumah Hantu

Written By ayah satria on Minggu, 20 Agustus 2017 | 11.30.00

Rawan Ambruk, tak Lagi Digunakan

BATUJAYA, RAKA - Tinggal jauh dari puskesmas, sangat menyulitkan jika ada seorang warga yang harus mendapatkan pertolongan segera. Salah satu solusinya adalah harus ada puskesmas pembantu (pustu).
Namun, apa jadinya jika pustu pun tidak bisa digunakan, karena kondisi bangunannya sangat mengkhawatirkan. Hal itulah yang kini dialami oleh warga Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya.
Selain atap bangunannya sudah reot, gentingnya juga tidak karuan. Tanpa jendela dan pintu, temboknya juga dipenuhi coretan. Lebih mirip dengan rumah hantu, dibandingkan tempat mengobati orang sakit.
Padahal, pustu tersebut sangat berguna bagi masyarakat sekitar, sehingga tidak perlu jauh-jauh berobat ke Puskesmas Batujaya yang jaraknya belasan kilometer. Diketahui, pustu tersebut dulunya merupakan rumah dinas bidan desa yang melayani masyarakat selama 24 jam.
Menurut Kepala Desa Karyamakmur Hartasim, sejak dirinya menjabat menjadi kepala desa, kondisi pustu tersebut sudah rusak parah. Dulunya, sekitar tahun 2007-2009 pustu tersebut selalu dipadati oleh masyarakat, baik dari masyarakat desanya maupun desa tetangga. Karena jarak dari Desa Karyamakmur menuju Puskesmas Batujaya sekitar 12 kilometer.
“Dulu sebelum saya menjabat sebagai kades, pustu ini menjadi tempat masyarakat untuk berobat. Karena jarak menuju Puskesmas Batujaya sangat jauh. Namun sekarang terbengkalai seperti ini, bangunannya pun sudah mulai pada keropos, dan bahan sebagian sudah ambruk,” katanya kepada Radar Karawang, Sabtu (19/8).
Akibat rusaknya bangunan pustu tersebut, kata dia, pemerintah desa merasa kewalahan menyediakan mobil untuk mengantar masyarakat yang sakit. Apalagi ketika ada warganya yang sakit secara berbarengan, karena pemerintah desa hanya memiliki satu mobil desa. Dia mengaku sudah berulang kali mengajukan bantuan pembangunan pustu ke instansi terkait, namun hingga saat ini belum ada realisasinya.
“Bingung kalau ada masyarakat yang sakitnya lebih dari satu orang, yang satu harus diantar ke rumah sakit, satunya lagi harus ke puskesmas, sedangkan mobil desa cuma satu dan jaraknya pun jauh-jauh. Terpaksa saya menyewa mobil lain untuk membawa masyarakat,” ujarnya.
Padahal, lanjut dia, Kepala Dinas Kesehatan yang kebetulan rumahnya di Kecamatan Batujaya, setiap hari pasti melintasi pustu tersebut ketika berangkat maupun pulang dari kantornya. "Namun, sampai saat ini belum ada respon dari beliau tentang perbaikan pustu," ungkapnya.
Dia berharap, cepat atau lambat pustu yang berada di samping desanya tersebut bisa segera diperbaiki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Agar masyarakat tidak direpotkan lagi dengan harus menempuh jarak belasan kilometer menuju Puskesamas Batujaya. Sedangkan untuk meruntuhkannya, tidak ada kewenangan dari pihak desa, mengingat pustu merupakan kewenangan dari Dinas Kesehatan. “Pihak desa hanya penerima manfaat saja. Tapi kalau keadaannya seperti ini bukan manfaat, namun malah membahayakan,” pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template