PT. Pupuk Kujang Bidik Potasium di Laos - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PT. Pupuk Kujang Bidik Potasium di Laos

PT. Pupuk Kujang Bidik Potasium di Laos

Written By ayah satria on Selasa, 01 Agustus 2017 | 17.28.00

CIKAMPEK, RAKA - Menjaga hubungan bilateral yang sudah dibina antara Indonesia dengan Laos selama 60 tahun, salah satu anggota holding Pupuk Indonesia(Persero) menerima kunjungan dari Kementerian Luar Negeri RI di ruang rapat Dawuan, lantai 3, Gedung Pusat Admin.
Kunjungan yang diwakili oleh Abdurrahman Muhammad Fachir dan Kementrian Luar Negeri Laos Saleumxay Kommasith, tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama PT Pupuk Kujang Nugraha Budi Eka Irianto dan jajaran direksi lainnya.
Dalam agenda kunjungan dibahas mengenai peningkatan hubungan bilateral antarkedua negara, dan rencana kerjasama Indonesia melalui perusahaan pupuk Indonesia group dalam hal pemenuhan kebutuhan bahan baku pupuk NPK. Bukan hanya itu, kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Direktur Teknologi Pupuk Indonesia, rombongan delegasi Kementerian Luar Negeri Laos, dan rombongan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. "Saya meyakini, rencana kerjasama ini nantinya akan lebih menguatkan dan memajukan hubungan Laos dan Indonesia di berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi dan pertanian,” kata Anto begitu sapaan akrab Dirut Pupuk Kujang.
Kunjungan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari peluang investasi penambangan Potassium Chloride (KCL) di negara Laos oleh Tim Pupuk Kujang beberapa bulan yang lalu. Pemerintah Laos mendukung rencana investasi Indonesia di pertambangan dan industri pupuk. Namun kondisinya saat ini Laos belum memiliki perusahan pupuk. Bagi dia, Laos hanya memiliki tambang KCL yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pabrik pupuk. Sehingga dengan kondisi saat ini bisa memberikan keuntungan antara Indonesia dengan Laos dapat lebih efektif. "Kami melihat peluang besar di negara Laos. Saat ini Pupuk Kujang membutuhkan 70.000 ton potasium setiap tahunnya, dan selama ini Indonesia mengimpor potasium dari Kanada dan Rusia sehingga sudah dipastikan biaya operasional cukup tinggi untuk produksinya," tuturnya.
Direktur Tekhnologi Pupuk Indonesia Djohan Syafri yang hadir dalam kegiatan tersebut, juga menyampaikan perusahaan KCL di Laos menurutnya sangat memungkingkan dapat menekan biaya lebih rendah, karena lokasinya yang lebih dekat. Kerjasama tersebut juga bisa diwujudkan dalam beberapa konsep. Diantara lainnya ialah, Pupuk Indonesia (PI) Grup membeli saham perusahaan penghasil KCl di Laos, bisa juga dalam bentuk perizinan pertambangan dimana tambang potassium dikelola oleh PT Antam, dan kemudian diolah menjadi KCl oleh PI Grup. “Bisa juga dengan membangun pabrik NPK di Laos agar dekat dengan sumber bahan baku, kemudian urea dan fosfat kami datangkan dari pabrik kita di Indonesia, dan kemudian hasil produksi NPK tersebut kemudian dijual di wilayah Laos dan sekitarnya,” ungkapnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template