Pompa Air Dinas Pertanian Mubazir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pompa Air Dinas Pertanian Mubazir

Pompa Air Dinas Pertanian Mubazir

Written By Mang Raka on Jumat, 25 Agustus 2017 | 13.00.00

PANGKALAN, RAKA -  Pompa air program dari Dinas Pertanian di Kampung Bakan Cigeuntis, Desa Mulangsari, Kecamatan Pangkalan, tidak berfungsi. Padahal masyarakat berharap mesin pompa itu bisa mengucurkan air saat kemarau seperti sekarang ini.

Dijelaskan, saat ini hampir secara merata pompa-pompa air program Pompanisasi bernilai ratusan juta rupiah itu mengalami kerusakan. Pompa air dengan ukuran besar itu seharusnya bisa membantu warga dan petani saat kemarau. Namun kenyataannya pompa air yang kini diberi pengaman berupa rumah kecil berbentuk pos itu terbengkalai begitu saja.
Dari pengakuan warga, pompa air yang digelindingkan Dinas Pertanian di wilayah tersebut ada empat titik pompa air. Seharusnya keberadaan pompa-pompa air itu bisa membantu. Malah yang sebelumnya aktif pun sekarang sudah dalam keadaan rusak. "Sepengatahuan saya pompa air itu sudah tidak mengeluarkan air dan tidak berfungsi. Kalau keinginan warga ketika memang pompa itu ada maka kesulitan air untuk warga kembali memanfaatkan lahan areal sawahnya bisa kembali produksi," terang Wawan (39) tokoh masyarakat Desa Mulangsari kepada Radar Karawang, Kamis (24/8).
Wawan menyayangkan program itu karena menggunakan anggaran yang cukup besar. Pada dasarnya warga menaruh harapan dengan adanya pompa air tersebut karena ketika musim kemarau saat ini. "Warga khususnya petani tadibya berharap besar bisa memanfaatkan keberadaan pompa air itu meski hanya menanam palawija saja," tutur Wawan.
Sementara Jubod (35) petani di Desa Mulangsari mengaku dirinya tidak mengetahui pompa air itu untuk apa. Dia mengaku jika musim kemarau ini hanya bisa menyewa pompa air biasa ke warga yang memiliki pompa air dengan cara sewa. Dirinya menjelaskan dalam satu hari dirinya mesti mengocek uang hingga ratusan ribu rupiah. "Saya tidak tahu persoalan pompa air, yang jelas ketika saya butuh air ya paling sewa pompa yang punya. Satu hari saya mesti bayar Rp 125.000. Seharusnya kalau ada pompa air ya warga terutama seperti saya akan sangat terbantu. Apalagi saat kemarau seperti sekarang," tandasnya.
Saat akan dikonfirmasi terkait keberadaan pompa air yang tidak berfungsi dengan semestinya, Kepala UPTD Distanhutbunnak Kecamatan Pangkalan H. Amang Sukadma. Amd, saat dikonfirmasi tidak berada ditempat. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template