Petani Cibeureum Gagal Panen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Cibeureum Gagal Panen

Petani Cibeureum Gagal Panen

Written By Mang Raka on Sabtu, 26 Agustus 2017 | 13.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Petani Kampung Cibeureum, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat mengaku kesal setelah panen yang di kampung itu mengalami kegagalan akibat serangan hama wereng dan blast.

Parahnya lagi penyakit padi kosong pun mesti dirasakan petani dan mereka mengaku pasrah. "Saya punya lahan sawah sekitar 2600 meter persegi, biasanya bisa panen tiga ton tetapi sekarang hanya 8 kwintal saja sudah sangat bersyukur," terang Deute (49) petani Kampung Cibeureum kepada Radar Karawang Jumat (25/8).
Dirinya pun mengiyakan serangan wereng terjadi sejak tanaman akan berbuah. Akibat serangan hama tersebut daun padi menjadi berwarna pirang hingga akhirnya mengering. Ketika serangan  muncul petani sebetulnya berupaya menyemprot tanaman namun tidak membuahkan hasil. Kondisi tersebut kemungkinan akibat lambatnya melakukan penyemprotan dan juga serangan yang kian mengganas. “Serangan wereng ini sangat cepat. Satu rumpun padi bisa dikerubungi wereng mencapai delepan lebih," ucapnya.
Sementara petani lainnya, Uci (44) menambahkan dia biasanya dari luas 1 hektare bisa panen hingga 6 ton atau 7 ton, sekarang hanya diperoleh kurang dari tiga ton. Dengan hasil itu semua petani mengalami kerugian yang cukup besar. Kerugian 1 hektare lahan bisa mencapai puluhan juta rupiah. "Seperti ini jangankan bisa untung, modal bekas tanampun tidak akan tertutup. Apalagi kalau semua hal dikerjakan oleh buruh, kalau semua mengandalkan orang lain semua hasil panen habis untuk upah buruh, tidak akan dapat bagian," tutur Uci.
Lanjut dia, karena khawatir serangan wabah terus terjadi, kini banyak petani yang terpaksa memanen padinya lebih awal. Sebab serangan wereng biasanya menyerang tanaman semua umur termasuk yang akan dipanen sekalipun.
Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Telukjambe barat, Drs. Abidin ketika ditemui di kantornya menyatakan dinas sudah melakukan upaya semaksimal mungkin, bahkan upaya apapun sudah dilakukan dari memberikan informasi insektisida dan pencegahan juga disosialisasikan, namun hama wereng tetap saja ada. "Upaya kami sudah maksimal meskipun ketersediaan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) di kami cukup terbatas, dan memang diakui bahwa hama wereng cukup bandel dan akibatnya malah membuat petani di wilayah kami banyak yang mengalami kegagalan," tandasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template