Pemborong Bangun Jembatan Tidak Permisi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemborong Bangun Jembatan Tidak Permisi

Pemborong Bangun Jembatan Tidak Permisi

Written By ayah satria on Rabu, 02 Agustus 2017 | 21.26.00

CIAMPEL, RAKA - Terhentinya proyek pembangunan jembatan penghubung Desa Mulyasejati - Desa Mulyasari dinilai bukan penghentian paksa, tetapi untuk mempertanyakan kejelasan proyek tersebut.
Kepala Desa Mulyasejati Jumadi menandaskan itu menyusul sikap tegas yang ditempuh warganya. "Sebenarnya hanya bentuk protes warga Kampung Sawah, Dusun I, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel karena tidak adanya pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak pemborong terkait proyek jembatan penghubung Desa Mulyasejati - Desa Mulyasari tersebut," tandas Jumadi, Selasa (1/8) kepada Radar Karawang.
Menurut Jumadi protes itu dilakukan warganya karena khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti longsor atau lain sebagainya. "Kami bukan menghalang-halangi. Tapi istilahnya harus ada permisi kepada lingkungan sekitar," kata Jumadi.
Dia menyampaikan, warga bahkan sangat merasa senang akan dilakukannya pembangunan jembatan penghubung Desa Mulyasejati - Desa Mulyasari. Karena kondisi jembatan yang ada sudah sangat tidak refresentatif untuk dilintasi kendaraan besar. "Inikan ajuan dari masyarakat. Terus pemerintah menerima ajuan itu. Kami pasti sangat senang yah," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, untuk pembangunan di Desa Mulyasejati terus berkembang pesat, bahkan sampai saat ini saja anggaran yang masuk ke pemerintahan desa hanya tinggal Dana Desa tahap II saja. "Dana Desa, ADD, Bangub, DBH semuanya sudah cair dan sudah direalisasikan. Tinggal Dana Desa tahap II," tegasnya.
Sementara Kepala Dusun I, Desa Mulyasejati, Suryadi, menyampaikan, semuanya sudah beres. Tidak ada lagi kehawatiran warga, karena tadi malam (kemarin) sudah duduk bersama dengan berbagai pihak. Bahkan menurutnya, karena kondisi Desa Mulyasejati termasuk Desa yang rawan akan bencana seperti longsor dan lain sebagainya. Atau bahkan hawatir ada korban saat pengerjaan proyek, maka warga menginginkan dilakukan potong domba terlebih dahulu. "Infonya warga mau syukuran. Mau potong domba dulu mungkin. Karena keberadaan jembatan itu sangat ditunggu," ujarnya.
Dia menyampaikan, jembatan yang biasa digunakan kendaraan-kendaraan besar yang sudah ada kondisinya sudah tua. Bahkan saat mobil melintas sudah goyang, sehingga khawatir ambruk. "Itu sudah mengkhawatirkan jembatannya makanya warga memang mengharapkan jembatan baru. Ini memang aspirasi warga," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template