Pelajar Masih Bawa Motor ke Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pelajar Masih Bawa Motor ke Sekolah

Pelajar Masih Bawa Motor ke Sekolah

Written By ayah satria on Sabtu, 12 Agustus 2017 | 14.01.00

KLARI, RAKA - Meski sudah ada larangan dari Dinas Pendidikan dan pihak Kepolisian tehadap pelajar yang kesekolah membawa sepeda motor. Tetapi mayoritas pelajar tidak mengindahkan larangan tersebut.
Bukan hanya itu, mereka lebih memilih untuk menyisakan uang jajan Rp2.000 untuk bayar parkir, kalau harus tidak membawa motor ke sekolah, atau kalau harus bawa umum. Hal itu disampaikan oleh sejumlah siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Klari dalam menjalankan kegiatannya di sekolah.
Rizki Maulana Ibrahim merupakan salah satu siswa yang tidak bisa kesekolah jika tidak menggunakan sepeda motor kesayangannya. Karena menurut pelajar yang baru duduk dibangku kelas x SMAN 2 Klari ini mengaku sudah terbiasa berangkat kesekolah menggunakan speda motor sejak masih duduk dibangku SMP."Sekarang mah udah biasa bawa motor tuda, yang lain juga sama, kalau nggak bawa motor luamayan jauh kalau kesiangan bisa dihukum," katanya.
Dia mengaku dari uang jajan yang dikasih oleh orangtuanya sebanyak Rp10.000 itu disisihkan sebesar Rp2.000 untuk membayar uang parkiran sepeda motornya di sekolah. Hal tersebut sudah dilakoninya sejak masuk awalsekolah. "Mending bayar parkiran dua ribu, dari pada harus jalan kaki mah," akunya.
Nia Febriani juga mengaku bahwa di tempat sekolah menimba ilmunya itu tidak difasilitasi denga kendaraan umum yang bisa memudahkan setiap siswa untuk berangkat kesekolah. Maka tidak heran jika hampir seluruh siswa membawa sepeda motor ke sekolah. "Kalau ada angkutan umum mah kaya angkot ke sekolah, kan tidak ada, sekolahnya juga di dalam jauh dari jalan umum," tuturnya.
Sementara Kepala SMAN 2 Klari, Unang mengaku tidak bisa melarang setiap siswa-siswi didiknya untuk tidak membawa kendaraan pribadinya ke sekolah. Sebab, banyak beberapa kemungkinan untuk mereka bisa membawa kendaraan ke sekolah. Jika diberikan peraturan larangan membawa sepeda motor seperti disampaikan oleh dinas pendidikan melalui surat edarannya. Maka siswa juga akan merasa kesulitan untuk bisa sampai kesekolah tepat waktu. "Karena jarak yang di tempuh juga jauh, terus sekolah juga lumayan jauh dari jalan, belum lagi orangtua juga mengizinkan mereka untuk bawa motor, sulit juga kalu dilarang," jelasnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template