Orang Plered Kena Imbas Kelangkaan Garam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Orang Plered Kena Imbas Kelangkaan Garam

Orang Plered Kena Imbas Kelangkaan Garam

Written By ayah satria on Selasa, 01 Agustus 2017 | 17.25.00

PURWAKARTA,RAKA - Minimnya stok garam di pasaran mengakibatkan harganya meningkat tajam di sejumlah daerah tak terkecuali Purwakarta. Tak heran jika harganya kini melambung tinggi hingga mencapai 5 kali dari harga normal.
Bukan hanya garam dapur atau garam beryodium yang naik, namun juga jenis garam kasar atau grosok atau pedagang menyebut Uyah Badag. Seperti yang terpantau di Pasar Tradisional Plered dan Sukatani. Harga garam kini melonjak hingga lima kali lipat dari harga sebelumnya. Selain harganya naik, pasokan bumbu masak itu ke sejumlah toko sembako semakin berkurang sejak tiga pekan terakhir. Akibatnya garam hilang dipasaran. "Tidak hanya mahal, pasokannya juga berkurang sekarang jarang ada yang ngirim dan ini terjadi sudah 4 minggu," kata Mela Ruliayani (30), salah satu pedagang Pasar Baru Citeko Plered, Senin (31/7).
Mela mengungkapkan, biasanya untuk memasarkan garam dapur, ia menjual dengan harga Rp 1200 per pak, namun kini ia terpaksa menjual dengan harga Rp 6 ribu kepada para pelanggan. "Ya mau gimana lagi, dari sananya juga sudah naik," katanya.
Ia mengungkapkan, tingginya harga garam yang berlipat baru pertama kali ia rasakan selama berjualan sembako di Pasar Baru Citeko. "Gak tau cuma awalnya biasa ada yang ngirim tapi sekarang udah berminggu-minggu jarang ke sini," katanya.
Meski begitu, lanjut ia, kenaikan harga garam ini sama sekali tidak menurunkan permintaan masyarakat. Namun yang menjadi permasalahan yaitu stok garam sangat minim.
Hal senada diungkapkan Parid (27), pedagang Pasar Anyar Sukatani, yang mengatakan harga garam juga naik di pasar tersebut. Dirinya tidak mengetahui secara pasti kenapa harga garam saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan. "Sudah beberapa pekan terakhir saya harganya memang mahal. Contohnya saya jual garam halus yang isi 40 biji biasa dijual Rp.15 ribu kini terpaksa saya pasarkan dengan harga Rp.80 ribu,'' ujarnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template