Masih Ada Calhaj yang tak Percaya Mau ke Makkah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Masih Ada Calhaj yang tak Percaya Mau ke Makkah

Masih Ada Calhaj yang tak Percaya Mau ke Makkah

Written By ayah satria on Rabu, 02 Agustus 2017 | 21.11.00

KARAWANG, RAKA - Suasana di komplek Pemerintah Kabupaten Karawang mengharu biru saat calon haji dilepas keluarganya, Selasa (1/8) pagi, pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, banyak yang berkaca-kaca hingga meneteskan air mata, saat memeluk orang yang mereka sayangi sebelum naik bus menuju embarkasi Bekasi. Banyak juga calon haji yang tidak menyangka jika dirinya benar-benar akan menginjakkan kaki di Tanah Suci Makkah.
Maklum, agar bisa menjadi tamu Allah, mereka harus sabar antre hingga bertahun-tahun. Calon jamaah haji asal Tirtamulya, Awin Sutamin (45) misalnya, untuk bisa menunaikan rukun Islam yang kelima, dia harus menunggu hingga tujuh tahun. "Alhamdulillah setelah menunggu lama dari tahun 2011, saya dan istri Nok Mae (37) akhirnya tahun ini bisa berangkat ke Tanah Suci Makkah dan Madinah," terangnya kepada Radar Karawang.
Dirinya berharap saat kelurganya ditinggalkan, bisa selalu mendoakannya selama perjalanan menuju Mekkah dan Madinah. "Alhamdulillah mental dan fisik sudah siap. Semoga keluarga di Indonesia bisa terus mendoakan dan sabar untuk sementara waktu. Semoga pemberangkatan tahun ini bisa lancar," harapnya.
Meski begitu, dia menyesalkan sikap panitia haji yang membatasi ruang antara calon haji dengan keluarganya. Padahal, momen pemberangkatan ini sangat jarang dirasakan. "Seharusnya pelayanannya bisa teratur saat pemberangkatan jamaah. Seharusnya pemerintah bisa membebaskan calon jamaah dengan keluarga. Karena suka duka saat seperti ini sangat kuat," terangnya.
Hal sama dirasakan jamaah haji asal Klari, Iqbal Fikri (25). Pemuda ini harus menunggu enam tahun agar bisa menuju Baitullah. "Alhamdulillah suatu penantian yang ditunggu akan rindunya ke Tanah Suci Makkah. Tahun ini bisa dipercaya menjadi tamu Allah," terangnya.
Ia melanjutkan, sekalipun harus meninggalkan keluarga kecilnya, Iqbal mengaku sudah mempersiapkan mental dan fisik agar bisa beribadah haji dengan sempurna. Dia juga berencana mengajak istri dan anaknya berhaji pada tahun 2023 mendatang. "Saya sekarang berangkat sendiri, istri ditinggal sama anak yang saat ini masih usia 2 tahun. Tapi Alhamdulillah saya sudah daftarkan keluarga, dan nanti bisa berangkat lagi tahun 2023," terangnya.
Dirinya berharap selama pemberangkatan menuju Baitullah dalam keadaan sehat. Begitu pula saat pulang ke Tanah Air. "Melaksanakan haji sekarang makin susah. Tapi harapan saya semoga jamaah haji semakin tertib dan semakin terkordinir. Dan lebih diperhatikan lagi sarana dan prasarananya saat di Makkah nanti. Semoga lebih rapih lagi," terangnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang H Sopian berharap 164 calon haji di kloter 15 bisa tetap konsisten melaksanakan segala ketentuan yang sudah diberikan oleh Kemenag. "Semoga calon jamaah haji kloter 15 Kabupaten Karawang selalu diberikan kesehatan, bisa menjalankan ibadah dengan sempurna. Dan pulang ke tanah air dapat gelar haji mabrur mabrurah," terangnya.
Calon jamaah haji Karawang yang berangkat kemarin, kata Sopian, akan berangkat ke Tanah Suci bersama calon jamaah daerah lain seperti Kota Cimahi 209 orang  dan Kota Bekasi sekitar 31 orang. "Harapan kita jamaah sehat semua. Dan laporan sampai kemarin sore, jamaah kloter 10 sudah berada di Madinah. Hasil laporan petugas kesehatan, jamaah Karawang sehat semuanya," terangnya.
Pada pemeberangkatan calon jamaah haji Karawang kloter 15, ada jamaah yang memiliki predikat calon haji termuda dan tertua. "Jamaah termuda kloter 15 yaitu saudari Euis Farida (23) dari Kecamatan Pedes, dan yang tertua Opid Junedi Firman (77) dari Pedes," terangnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template