Majelis Ulama Indonesia Bela Dedi Mulyadi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Majelis Ulama Indonesia Bela Dedi Mulyadi

Majelis Ulama Indonesia Bela Dedi Mulyadi

Written By Mang Raka on Selasa, 29 Agustus 2017 | 13.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta, menegaskan bahwa Dedi Mulyadi baik secara individu maupun dalam kapasitasnya sebagai Bupati Purwakarta dalam tata kelola pemerintahan dan semua unsur kegiatan di dalamnya, tidak ada yang menyimpang atau sesat dari kaidah-kaidah ajaran agama Islam.
"Di MUI itu ada yang namanya Komisi Fatwa, segala permasalahan umat yang menyangkut akidah dan ajaran agama dimusyawarahkan dulu oleh semua komponen yang ada di MUI sebelum difatwakan," ujar Ketua MUI Kabupaten Purwakarta, KH John Dien, usai diskusi bersama Aliansi Muda Bela Ulama, Senin (28/8) di Gedung Dakwah, Jalan Ahmad Yani, Cipaisan.
Selama ini, MUI Purwakarta belum mengeluarkan fatwa berkenaan dengan perilaku secara pribadi maupun sebagai Bupati Purwakarta yang dianggap menyimpang. "Prosesnya panjang, ada hal-hal yang harus ditempuh dan dimusyawarahkan bersama semua komponen MUI," ujarnya.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Mengindari juga menyebarkan berita-berita hoax yang sifatnya fitnah, tidak melalui proses tabayun. "Pengguna media sosial, diimbau agar senantiasa menjaga situasi aman, damai dan kondusif terutama suasan menjelang pilkada," tuturnya.
Menurutnya, MUI Pusat telah mengeluarkan Fatwa 24/2017 tentang hukum dan pedoman dalam bermuamalah di media sosial. "Intinya, kita harus waspada dan haram hukumnya menyebarkan berita hoax, apalagi fitnah yang belum jelas," tegas Jhon Dien.
Sebelumnya, belum lama ini Ketua Umum MUI Pusat KH. Maruf Amin malah menilai sosok Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi selama ini mampu menyambungkan ajaran Islam dengan budaya Sunda. Dedi pun dinilai telah berhasil mempersatukan potensi umat di daerahnya serta dapat bersilaturahmi dengan semua pemimpin agama. "Selain itu, Dedi Mulyadi mampu membangun infrastruktur dan tempat ibadah yang dilakukannya selama menjabat 10 tahun di Purwakarta. Ternyata orangnya juga bisa menyambungkan antara Islam dan budaya, terutama Sunda. Sebenarnya Islam dengan budaya Sunda saling mempengaruhi, ada artikulasi. Hal ini harus kita bangun agar antara agama dan budaya tidak berbenturan,"jelasnya. (gan)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Iyahlah kang dedi itu selalu di fitnah oleh golongan sesat...yg sll mengatasnamakan agama..ulama...kang dedi sajati maju trs kang ker jabar 1 ....amin

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template