LPM Pulojaya Bangun Bank Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » LPM Pulojaya Bangun Bank Sampah

LPM Pulojaya Bangun Bank Sampah

Written By Mang Raka on Senin, 21 Agustus 2017 | 13.00.00

*Hasil Jual Sampah Langsung Ditabung di Bank

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang Wadas berencana membuat bank sampah. Nantinya bank ini akan berfungsi sebagai pengepul dan menampung sampah-sampah bernilai ekonomis yang dikumpulkan anggotanya dari tempat sampah. Sementara untuk sampah-sampah tersebut akan dihargai Rp 4000/kg.

Rencana mendirikan bank sampah ini terpicu karena keinginan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan. Ketua LPM Desa Pulojaya, Buang S.pd mengatakan saat ini sudah ada bank yang menyanggupi pembiayaan untuk membayar sampah-sampah daur ulang tersebut Rp 4000/kg. "Untuk sementara kami akan melakukan di sekitaran Desa Pulojaya terlebih dahulu," tegas Buang seraya menambahkan jenis-jenis sampah yang dipungut terutama sampah plastik dan bekas botol air meneral.
Buang yang juga menjabat ketua PGRI di wilayah tugasnya itu menambahkan, jika program yang sementara dilakukan di Desa Pulojaya ini berhasil dia berjanji akan melebarkannya hingga lingkungan sekolah. Hal itu dianggap perlu karena bisa berkontribusi terhadap lingkungan pendidikan. "Jika sukses nanti bisa merambah ke sekolah- sekolah yang ada di Lemahabang," ucapnya.
Ditambahkan Buang, harga Rp 4000/kg itu tidak langsung diberikan melainkan masuk ke tabungan dan akan dibuka setahun sekali. Artinya masyarakat yang memunguti sampah dan membawanya di posko bank sampah, berarti sudah menabung. Semakin banyak sampah yang dibawa semakin besar peluang mendapati tabungan yang di depositokan. "Kita akan lakukan di desa dulu nanti kalau berhasil baru merambah lintas sektoral," katanya.
Lebih jauh Ia menambahkan, selain mendepositkan uang kedalam tabungan melalui sampah, pihaknya juga memberikan timbal balik apresiasi atas kebersihan lingkungannya. Antara lain dengan memberikan benih-benih tanaman yang bisa ditanam dihalaman rumah maupun kantor dan sarana lainnya, seperti cabe rawit, kembang kol dan lainnya.
Dengan begitu sebut Buang, masyarakat diharapkan bisa terpacu mental kebersihannya, utamanya sampah-sampah agar bisa di perhitungkan menjadi uang dari yang selama ini sebut Buang, sampah selalu di sebut tidak bermanfaat dan dibiarkan berserakan.  "Semoga saja ada kesadaran membangun desa dan lingkunganya bisa semakin bersih, melalui bank sampah ini," ujarnya.
Tokoh Pendidikan Kecamatan Lemahabang Iskandar S.pd menambahkan sudah saatnya siswa dan gurunya memiliki sadar kebersihan lingkungan dan mengubahnya menjadi suatu yang bernilai ekonomis. Sampah sambung mantan Pengawas UPTD pendidikan ini, bukan lagi jadi momok menakutkan, baik untuk penyakit maupun bencana selama kesadaran kebersihan masih bisa dijaga.
Kkarenanya menghargai sampah dengan nominal uang adalah hal jitu untuk membangun motivasi dan pola pikir masyarakat atas perlakuannya pada sampah. Sebab, dengan dihargai uang, setidaknya selain manfaat pada lingkungan juga meningkatkan taraf ekonomi lewat tabungan. "Kita berharap bukan sampah- sampah rumahan saja, tapi merambah ke sekplah- sekolah dan kantor pada umumnya, bisa dimanfaatkan semua," katanya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template