Lahan Teknis Terus Menyusut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lahan Teknis Terus Menyusut

Lahan Teknis Terus Menyusut

Written By Mang Raka on Sabtu, 26 Agustus 2017 | 15.00.00

KOTABARU, RAKA - Perkembangan Karawang ternyata ancaman bagi para petani dan buruh tani. Pasalnya lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian terus berkurang. Seperti yang terjadi di Kecamatan Kotabaru, dalam satu tahun saja mengalami pengurangan sekitar 10 hektar.
Penyuluhan Pertanian Lapangan UPTD Pertanian Kecamatan Kotabaru Ahmad Surulli mengatakan, luas lahan sawah di Kecamatan Kotabaru, pada tahu 2016 sebanyak 1.317. Itu diakumlasikan dari enam desa yang ada di Kotabaru diantaranya Desa Pangulah Selatan 463 hektar, Pangulah Baru 342 hektar, Pangulah Utara 198 hektar, Wancimekar 268 hektar, Sarimulya 10 hektar, dan Desa Pucung 404 hektar. Sedangkan data di tahun 2017, luas lahan yang ada di msing-masing desa adalah Desa Pangulah Selatan 463 hektar, Pangulah baru 342 hektar, Pangulah utara 198 hektar, Wancimekar 268 hektar, dan Desa Pucung 404 hektar. "Ada pengurangan 10 hektar jadi 1.307 hektar, itu dikarenakan adanya alih fungsi lahan pertanian jadi perumahan," ujar Ahmad kepada Radar Karawang (25/8).
Dia menyampaikan, pengurangan 10 hektar tersebut adalah di Desa  Sarimulya karena adanya pembangunan perumahan. Dia juga tidak menampik kedepan luas lahan yang ada di Kecamatan Kotabaru akan terus menyusut jika tidak ada regulasi yang melarang alih fungsi lahan di Kecamatan Kotabaru. "Semakin kesini tanah pertanian akan  semakin berkurang, karena alih fungsi lahan terus-terusan terjadi," ujarnya.
Ia berharap, tidak ada lagi tanah pesawahan yang dialih fungsikan, karena sektor pertaniah adalah jantung perekonomian daerah, ketika tanah itu berkurang, maka akan berdapmpak kepada para petani. "Harus dipertahankan tanah pesawahan, agar tidak ada yang dirugikan," katanya.
Ketua Gabugan Kelompok Tani Pangulah utara, Tawa, meminta kepada pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan peraturan daerah (Perda)  Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dan lahan yang termasuk dalam LP2B itu adalah lahan teknis yang saat ini masih tersisa di Kotabaru. Dengan demikian, tidak ada lagi alih fungsikan lahan. Karena menurutnya, kalau lahan pertanian terus berkurang, maka buruh tani kotabaru akan kehilangan sumber mata pencahariannya. "Segera LP2B kan, agar lahan sawah tidak terus berkurang," pintanya. (cr1)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template