Kisruh Penjualan Batu Berlanjut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kisruh Penjualan Batu Berlanjut

Kisruh Penjualan Batu Berlanjut

Written By Mang Raka on Senin, 14 Agustus 2017 | 15.00.00

- Koperasi Liunggunung Kumpulkan Pengusaha Batu

PLERED,RAKA - Perusahaan tambang batu PT Sumber Tiga Permata (STP) yang berlokasi di Desa Liunggunung, Kecamatan Plered, membantah isu yang beredar jika pihak perusahaan tidak menjual bahan material kepada warga sekitar.
Ketua Koperasi Tambang Batu di Desa Liunggunung H Abas Bastomi mengungkapkan, selama ini masyarakat yang ingin membeli bahan material di wilayah Desa Liunggunung tidak dilarang. "Untuk masalah penjualan batu belah itu kewenangan koperasi tetapi pihak PT Sumber Tiga Permata kewenanganya adalah menjual jenis batu split dan abu batu, diluar itu sudah dilimpahkan ke koperasi ligun untuk pemasaranya," terang Abas, Minggu (13/8).
Dia menduga, ada segelintir orang yang tidak puas dengan kebijakan pihak koperasi. Pasalnya, dari informasi yang ia dapat dari sejumlah pekerja, telah terjadi pro kontra di masyarakat, sehingga untuk mencegah kericuhan pihaknya menstop sejumlah pengusaha untuk membeli bahan material di koperasi yang ia kelola. "Dan itupun hanya peringatan bagi salah satu pengusaha saja bukan keseluruhan, sebab semua pelanggan yang datang kita layani berapun jumlah yang dipesan," kata H Abas, yang juga menjabat sebagai Kades Liunggunung itu.
Lebih jauh, guna mencegah isu semakin meluas, pihak koperasi sendiri, kata Abas, sudah mengumpulkan seluruh pengusaha di wilayah Desa Liunggunung untuk mendapatkan pemaparan dari pihak koperasi. "Kita stop aktivitas setiap malam Jumat sesuai dengan perintah tokoh masyarakat di sini," kata Abas.
Ujang (40), salah satu pengusaha batu di Desa Liunggunung mengungkapkan, tidak ada penghentian penjualan batu belah. "Saya dan rekan rekan pembeli lain masih beraktifitas setiap hari dan masih dilayani," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, warga di Desa Liunggunung Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta mengeluhkan sikap perusahaan Sumber Tiga Permata (STP). Pasalnya perusahaan tambang batu itu kini memberhentikan suplai penjualan batu belah kepada warga setempat. Perusahaan yang berlokasi di desa tersebut telah menstop aktivitas penjualan batu kepada sejumlah warga sekitar. Alhasil, usaha penjualan batu yang telah ditekuni oleh warga sekitar ini tidak berjalan alias lumpuh. Biasanya sejumlah warga yang telah menekuni jual beli batu biasa membeli batu kepada pihak perusahaan yang bergerak dalam bidang tambang batu tersebut melalui koperasi. Tapi kini warga tidak mendapatkan jatah pembelian batu. Sehingga sehingga sejumlah tidak lagi bisa beraktivitas dagang batu belah seperti biasanya. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template