Karang Taruna Produksi Pupuk Cair - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Karang Taruna Produksi Pupuk Cair

Karang Taruna Produksi Pupuk Cair

Written By Mang Raka on Sabtu, 19 Agustus 2017 | 13.00.00

TEGALWARU, RAKA - Karang Taruna Desa Cintalaksana mengembangkan pembuatan pupuk organik cair untuk kebutuhan bercocok tanam petani Terubuk di Kampung Calincing, Kecamatan Tegalwaru. Diharapkan melalui pupuk itu produksi terubuk petani disana akan mengalami peningkatan.

Terubuk adalah pohon sayuran yang kini menjadi produk unggulan masyarakat Desa Cintalaksana khususnya di Kampung Calincing. Permintaan terubuk pun kini mengalami peningkatan bukan saja di Karawang tetapi pasar Jakarta pun mulai melirik buah terubuk yang bisa dioleh menjadi berbagai penganan seperti, keripik, rendang, sayur lodeh dan sayur khusus terubuk, bahkan kini bisa disajikan menjadi nugget, Cup cake dan Sosis.
Pembuatan pupuk organik cair itu juga dibuat agar program Warung Hidup atau Kebun Sayur di wilayah ini semakin berkembang. Kedepannya harapannya pupuk organik cair juga bisa menjadi salah satu komoditas khas dan bisa dibuat secara skala besar serta bisa bernilai ekonomis. Solihin Fuadi (37) tokoh pemuda Desa Cintalaksana, menyampaikan konsep pembuatan pupun organik buatan berupa cairan merupakan ide murni pemuda dilingkungannya agar bisa membuat petani Khusus Terubuk mempunyai jumlah kuantitas hasil yang memuaskan.
Dirinya pun tengah merencanakan proses tersebut bisa membawa hasil yang memuaskan sementara daya hasil Permentasi pupuk buatan pun tengah di uji. "Mudah-mudahan hasil kami bisa memuaskan dan membuat petani terubuk bisa beralih tidak mesti menggunakan pupuk buatan pabrikasi yang justru merusak unsur hara tanah di areal lahan pertanian milik warga," terangnya.
Lanjut ia, Konsep kembali ke alam yang belakangan ini menjadi tren dalam pola konsumsi masyarakat, menuntut petani untuk mampu menghasilkan produk-produk pertanian organik yang benar-benar aman unuk dikonsumsi dan bebas dari residu bahan kimia yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan. "Salah satu konsep pertanian organik yang kemudian direkomendasikan adalah penggunaan pupuk organik dan meminimalisir penggunaan pupuk kimia dalam kegiatan usaha tani atau budidaya tanaman. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair, tergantung dari proses pengolahan dan bahan bakunya, namun apapun bentuknya, pupuk organik merupakan pupuk terbaik bagi tanaman dan tidak menimbulkan dampak negative terhadap lingkungan," tandasnya.
Sementara, Didi Junaedi (30) Petugas Pertanian Dinas Pertanian Kecamatan Tegalwaru, menyampaikan penggunaan pupuk organik sejatinya bukan hal baru, karena penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian dari sejarah pertanian. Penggunaan pupuk diperkirakan sudah dimulai sejak permulaan manusia mengenal bercocok tanam, yaitu sekitar 5.000 tahun yang lalu. "Setelah revolusi hijau, justru kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena praktis menggunakannya dan lebih hemat, harganya pun relatif murah dan mudah diperoleh," ucapnya.
Kepala Unit penanggulangan hama Dinas Pangan Karawang Drs. Edi Suhedi mengatakan kelebihan pupuk kandang adalah bermanfaat untuk menyediakan unsur hara makro dan mikro dan mempunyai daya ikat ion yang tinggi. Sehingga akan mengefektifkan bahan - bahan anorganik di dalam tanah, termasuk unsur kimiawi yang sering di gunakan oleh petani yaitu pupuk Non organik. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template