Kampung Gurudug Krisis Air Bersih - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kampung Gurudug Krisis Air Bersih

Kampung Gurudug Krisis Air Bersih

Written By ayah satria on Sabtu, 12 Agustus 2017 | 13.55.00

PURWAKARTA,RAKA - Warga Kampung Gurudug Desa Citalaksana, Kecamatan Pondoksalam, terpaksa harus menanfaatkan aliran sungai Ciherang. Pasalnya, saat ini warga di kampung tersebut alami krisis air bersih.
Seperti diungkapkan Muhiyah (40), salah satu warga di kampung tersebut. Ia beserta masyarakat mengaku terpaksa menggunakan air sungai Ciherang yang melintasi Desa Citalaksana untuk kebutuhan sehari-hari. "Ya untuk kebutuhan saat ini sungai Ciherang jadi satu-satunya sumber air warga di sini," terang Muhiyah, Jumat (11/8).
Ia mengungkapkan, kemarau panjang yang telah terjadi sejak tiga bulan terakhir sangat dirasakan warga Gurudug. "Jadi warga di sini harus datang lebih awal ke sungai Ciherang, karena selain air gampang surut juga akan keruh dan kotor apabila pemakainya sudah antre," jelas Muhiyah.
Diketahui, hampir kebanyakan warga di desa tersebut tidak memiliki sumber mata air dan rata-rata masyarakat di kampung itu tidak memiliki sumur dikerenakan kontor tanah terdiri dari cadas. Biasanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga menggunakan air yang bersumber disekitar Kecamatan Wanayasa. Dengan melalui penampungan, kemudian masing-masing warga membuat saluran sendiri-sendiri dengan melalui selang serta paralon untuk dialirkan ke rumahnya masing-masing.
Tak heran, jika di Desa Citalaksana terlihat membentangkan selang serta paralon yang cukup panjang, baik yang menggantung di atas dengan dibantu tiang penyangga, begitu pula yang memanjang terlihat di atas tanah, dan mereka rata-rata tidak menyimpan saluran itu di dalam tanah karena dikhawatirkan terjadi hambatan.
Sementara pada kemarau rutin tahunan ini, berdampak terhadap mata air dari Wanayasa telah mengering. Alhasil warga Desa Citalaksana terpaksa memanfaatkan air sungai Ciherang yang masih ada, meskipun ke sungai harus dijangkau dengan jalan kaki sekitar 2 kilometer. "Paling untuk kebutuhan seperti mencuci pakian dan piring dan kebutuhan lain," katanya.
Sementara untuk kebutuhan minum warga Desa Citalaksana terpaksa membeli air kemasan galon meskipun mahal. Untuk meringankan bebab masyarakat Muhiyah berharap, ada bantuan air bersih dari pemeritah untuk mencukupi kebutuhan seperti memasak dan minum. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template