Kajari Lamban Tangani Kasus Korupsi Cukai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kajari Lamban Tangani Kasus Korupsi Cukai

Kajari Lamban Tangani Kasus Korupsi Cukai

Written By Mang Raka on Senin, 21 Agustus 2017 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Progres kasus dugaan korupsi dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCT) yang terkumpul sejak  2012 lalu hingga kini tidak jelas sudah sampai mana penanganannya. Apakah akan dilanjut atau hilang begitu saja.

Hal itu dikeluhkan praktisi hukum Asep Agustian, Minggu (20/8). Dikatakannya, anggaran DBHCT itu sangat besar sehingga mengundang kecurigaan banyak orang. Seharusnya, lanjut Asep, kasus ini menjadi prioritas penyidik kejaksaan untuk ditangani hingga tuntas. "Kalau memang tidak terbukti sampaikan kepada masyarakat, dan kalau ada indikasi agar dilanjut terus sampai tuntas," ungkapnya
Kasus dugaan korupsi DBHCT, jelas Asep,  merupakan kasus besar yang sudah lama di suarakan masyarakat di Karawang. Kecurigaan masyarakat terhadap dana DBHCT bermula dari berlarut-larutnya rencana pembangunan rumah sakirt paru. Ditambah lagi jumlah dana yang terkumpul juga tidak jelas karena para pejabat Pemkab selalu berbeda menyebut angka sebenarnya. "Masyarakat hanya meminta kepastian bagaimana kelanjutan penanganannya sampai sekarang," katanya.
Statemen Kepala Kejari Karawang, Sukardi yang dilansir diberbagai media lokal  baik cetak maupun oline serta media lainnnya mengatakan,  kasus DBHCT sudah ditangani bidang intelejen. Sayang, sambung Nace,   belum terlihat tindak lanjutnya. Malah terkesan kasus tersebut secara perlahan menjadi bias karena belum ada keterangan lanjutan seperti apa kasus tersebut. "Seharusnya kajari itu berani terbuka jangan membuat statemen yang menggantung atau tidak jelas. Kalau mau ditangani tunjukan dong progresnya sudah sampai mana jangan malah dibiarkan hilang begitu saja," pungkas Asep.
Menurutnya, selama kepemimpinan Sukardi sebagai Kajari  Karawang, belum ada produk hukum perkara korupsi yang naik hingga persidangan. Perkara hukum yang sekarang sampai persidangan merupakan warisan dari Kepala Kejaksaan sebelumnya. "Selama menjabat di Karawang saya belum melihat ada produk hukum yang dia tangani naik ke persidangan. Padahal banyak kasus yang ditangani bahkan sudah berapa pejabat yang dipanggil tapi hasilnya mana," tuturnya.(ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template