Kades Mekargalih Minta Jembatan Kereta Api Dipindahkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Mekargalih Minta Jembatan Kereta Api Dipindahkan

Kades Mekargalih Minta Jembatan Kereta Api Dipindahkan

Written By Mang Raka on Kamis, 10 Agustus 2017 | 15.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Khawatir jembatan kereta ambruk lantaran rawan pergeseran tanah, Kepala Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Bukhori Muslim, meminta PT KAI Daop 2 Bandung untuk segera memindahkan jembatan kereta api (KA) Cisuren ke lokasi lain.
"Kita meminta agar segera dipindahkan, khawatir ada pergeseran sebab wilayah ini tanahnya tergolong labil," kata kades Mekargalih Bukhori Muslim, Rabu (9/8).
Menurutnya, meski saat ini pihak PT KAI Daop 2 Bandung telah melakukan penanganan agar jembatan tetap aman ketika dilintasi KA, baik dari arah Bandung-Jakarta atau sebaliknya. Namun, menurutnya, hal itu tidak menjadi jaminan. Pasalnya, saat musim hujan dipastikan tanah di areal itu akan terus mengalami pergeseran, ditambah saat ini jalan penghubung dua desa antara Desa mekar galih dengan Desa Cibinong Kecamatan Jatilhur belum bisa diperbiki. "Hingga saat ini masih belum dapat diperbaiki akibat amblas beberapa tahun lalu bahkan telah berimbas terhadap jembatan kereta api Cisuren yang mengalami ambles pada 2016 lalu dan masih dalam perbaikan,'' terangnya.
Dirinya berharap, PT KAI Daop 2 Bandung, agar segera memindahan jembatan tesebut karena dinilai lalu lintas KA yang melintasi jembatan itu terbilang padat, sementara kontur tanah di bawahnya terkategori labil dan gerakan tanah pun dikhawatirkan akan lebih cepat terjadi amblasnya dengan meluas, terutama saat datang musim hujan tentunya berdampak lebih fatal serta merugikan banyak pihak.
Ia mengatakan, pihaknya sering meninjau lokasi dan memang dari PT KAI sudah ada upaya-upaya perbaikan terhadap jembatan. Begitu pula adanya rencana membuat bronjong di sekitar tiang jembatan, namun itu tidak akan efektif ketika musim hujan tiba. Satu-satunya cara, kata kades, yaitu dipindah ke tempat lain agar lebih aman. Sebab, pemindahan jembatan itu, selain mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, juga agar leluasa bagi pemerintahan desa untuk membuka akses ke Kampung Pasir Ipis yang sampai saat ini tidak bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. "Artinya, pemindahan Jembatan Cisuren akan diikuti dengan pembukaan jalan ke perkampungan itu, sebab hingga saat ini pemeritah desa tidak berani mengalokasikan dana desa untuk kegiatan tersebut," katanya.
Menanggapi usulan tersebut, Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus mengatakan, persoalan Jembatan Cisuren yang berada di KM 110 itu, kondisinya masih sangat aman dan layak dilintasi. Disamping itu, dalam hal ini, pihaknya tidak memiliki kewenangan, sebab kata ia, yang memiliki kewenangan untuk memindahkan Jembatan KA Cisuren adalah Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian.  PT KAI sesuai peraturan perundang-undangan. "Kita sudah membuat posko pengendalian yang memantau kondisi jembatan selama 24 jam penuh. Apapun perkembangannya pasti akan kami ketahui dengan cepat. Tapi sekarang aman, kecepatan KA pun sudah kembali normal ketika melintas jembatan, yakni 55 kilometer per jam dari sebelumnya yang hanya 20 kilometer per jam," pungkasnya. (gan)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template