Jembatan Darawolong Terbengkalai, Warga Berkali-kali Dikibuli - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jembatan Darawolong Terbengkalai, Warga Berkali-kali Dikibuli

Jembatan Darawolong Terbengkalai, Warga Berkali-kali Dikibuli

Written By ayah satria on Selasa, 01 Agustus 2017 | 17.31.00

PURWASARI, RAKA - Warga Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari merasa terzholimi setelah jembatan penyeberangan di Dusun Kalijeruk di desa itu tak kunjung diperbaiki. Padahal sebelumnya baik bupati maupun ketua DPRD sama-sama berjanji akan memperbaiki akses penting warga tersebut.
"Sudah diajukan sejak 2015 lalu sampai sekarang belum ada realisasinya. Padahal tiap tahun selalu diajukan," kata Kepala Desa Darawolong Edi Hartono, kepada Radar Karawang, Senin (31/7). Bahkan dia menyampaikan, pengajuan  perbaikan tersebut juga sudah disampaikan kepada Ketua DPRD Karawang H Toto Suripto saat melakukan reses di Desa Darawolong.
Ketika itu, tegas Edy, Ketua DPRD Toto Suripto menawarkan kepada masyarakat Desa Darawolong warga minta apa untuk pembangunan di Darawolong. Dan, Edi ketika itu juga juga dengan tegas menjawab permintaan warganya minta perbaikan jembatan Kalijeruk supaya akses warganya bisa lebih leluasa dan warganya bisa meningkatkan perekonomiannya. "Saya tidak minta yang lain tapi cuma perbaikan jembatan. Tapi sampai sekarang belum ada perkembangan," ujarnya.
Bukan hanya kepada Ketua DPRD, tetapi setiap anggota dewan yang reses ke Darawolong, dia selalu meminta perbaikan jembatan tersebut, tetapi sampai sekarang semua dewan yang menerima aspirasi dan keluhan dari masyarakat itu belum ada yang menindaklanjuti. "Dewan yang pernah reses dan kami mengajukan diantaranya Ibu Sekar Arum, Pak Ajang tapi kalau Pak Ajang dialihkan ke Dusun Karangtengah-Rawawiru pembangunan jembatan juga," ujarnya.
Selain itu, tambah Edi, pengajuan melalui Kecamatan Purwasari juga sudah dilakukan sebanyak tiga kali tetapi belum juga terealisasi. Bahkan Bupati Karawang sudah janji tiga kali kepada Kades dan warga untuk memperbaiki jembatan tersebut. "Yang paling kecewa, sudah 3 kali dijanjikan oleh Bupati. Pertama waktu berkunjung ke familinya di Kalijeruk, kedua ketika hajatan di Darawolong dan ketiga langsung di ruangannya," ujar Kades Edy.
Kalau yang langsung di ruangannya, lanjut Edy, itu saksinya semua kepala desa se-Purwasari, Camat (Purwasari), Kadis Bina Marga dan anggota DPRD dari Partai Demokrat.
Yang lebih membuat warga tersakiti adalah pihak Bina Marga dan Pengairan (sekarang Dinas PUPR) sudah melakukan pengukuran tetapi sampai sekarang belum ada tindaklanjut. "Padahal tidak terlalu panjang jembatannya, kasihan warga harus muter jauh kalau mau keluar dusun," ujarnya.
Untuk dua dusun yang terisolir itu adalah Dusun Kalijeruk dan Dusun Pasir Ela. Kalau warga Kalijeruk keluarnya lebih dekat ke Tirtamulya dan untuk Pasir Ela keluarnya ke Lemahabang Wadas. Untuk jumlah warga sendiri yang ada di dua dusun sekitar 2500 KK. "Jadi jembatannya saat ini hanya bisa dilintasi oleh sepeda motor saja. Kalau mobil tidak bisa," katanya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template