Full Day School Dikeluhkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Full Day School Dikeluhkan

Full Day School Dikeluhkan

Written By ayah satria on Sabtu, 19 Agustus 2017 | 21.54.00

KLARI, RAKA - Aturan pendidikan yang menerapkan kegiatan belajar mengajar sekolah selama 5 hari atau yang disebut dengan istilah  full day school dikeluhkan siswa. Karena kebijakan tersebut dinilai memberatkan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
Keluhan tersebut juga disampaikan oleh sejumlah sisawa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di wilayah Klari.
Feby Silviani misalnya, peremuan yang duduk di bangku Kelas XI IPA SMAN 1 KLari, dia mengaku capek dan lelah karena harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah sampai sore. Karena menurutnya, waktu siang hari habis untuk mengikuti KBM di sekolah, padahal biasanya sore hari dia biasa belajar dirumah. "Mending kalau nggak ada tugas mah, tugas setiap hari ada, kita juga butuh istirahat lah, pulang sekolah langsung tidur da capek," katanya.
Hal serupa juga disampaikan Iqbal Maulana salah satu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Texar, siswa kelas X itu juga mengaku belum terbiasa mengikuti sekolah dengan sistem FDS. Meskipun mendapatkan waktu luang selama dua hari yaitu hari Sabtu dan Minggu, tetapi tetap saja proses pembelajaran di sekolah tidak akan maksimal. "Klaau belajar sampe sore pusing yang ada, jangar otak semua pelajaran campur aduk jadi satu nggak masuk," tutrnya.
Berbeda dengan Trisna Salsabila, salah satu siswi yang duduk dibangku kelas X di SMAN 2 Klari ini masih menggunakan sistem pembelajaran seperti dulu. "Kalau di aku mah masuknya siang, jadi belajar juga sebentar soalnya paginya kelas di pake sama kakak kelas," tuturnya.
Sementara Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Klari Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pihak sekolah masih belum bisa menerapkan sistem FDS atau sekolah lima hari. Karena kata dia semua fasilitas dan ruangan kelas yang ada di sekolah belum memadai. "Kalau sudah kaya sekolah lain mah mungkin kita juga bisa menerapkan sistem itu, tapi banyak anak-anak yang nggak mau juga, mending sekolah hari sabtunya dari pada di rumah tidak ada kegiatan," ucapnya.
Ketua PGRI Kabupaten Karawang Nandang Mulyana juga menuturkan,  penerapan sistem sekolah lima hari tersebut sengaja diberlakukan oleh seluruh sekolah mesti belum bisa menggunakan semuanya. Namun kata dia, dengan adanya program tersebut bisa mengurangi perilaku buruk siswa yang sering terjadi di hari sabtu seperti tawuran dan bisa meluangkan waktu dua hari libur bersama keluarga di rumah. "Saya harap bisa semua sekolah bisa menerapkan full day lima hari sekolah, sama dengan lima hari kerja di pemerintahan, Sabtu, Minggu bisa digunakan untuk berkumpul bersama keluarga di rumah," ucapnya.(yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template